10 Jam Lewati Jalan Berlumpur, PLN Terangi Desa Pedalaman Malinau
Kabar Ibu Kota

10 Jam Lewati Jalan Berlumpur, PLN Terangi Desa Pedalaman Malinau

  • Setelah lima bulan pembangunan di medan berat, PLN berhasil menghadirkan listrik ke Desa Tanjung Nanga, Malinau.
Kabar Ibu Kota
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - Penantian panjang warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, untuk menikmati listrik PLN akhirnya berakhir. 

Setelah melalui proses pembangunan selama lebih dari lima bulan dengan medan yang berat, sebanyak 331 pelanggan kini telah menikmati aliran listrik di desa pedalaman tersebut. 

Di balik hadirnya listrik di Tanjung Nanga, tersimpan perjuangan para petugas PLN yang harus menempuh perjalanan hingga 10 jam dari Berau, melintasi jalan tanah berlumpur, serta menghadapi keterbatasan akses komunikasi demi menyelesaikan pembangunan jaringan listrik.

Salah seorang petugas PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Benua Etam, Fendy Yulio Prasetyo, mengungkapkan tantangan terbesar selama proses pembangunan adalah kondisi jalan yang kerap sulit dilalui, terutama saat hujan.

"Kadang kendaraan harus berjalan sangat pelan karena kondisi jalan yang licin. Pernah juga material tertahan karena kendaraan tidak bisa langsung melintas. Tetapi kami tetap berupaya agar pekerjaan terus berjalan karena masyarakat sudah lama menantikan listrik hadir di desa ini," ungkap Fendy, Senin (6/7/2026).

Perjuangan 5 Bulan PLN Hadirkan Listrik ke Pedalaman Malinau, 331 Rumah Kini Terang

Menurutnya, keterbatasan fasilitas dan minimnya jaringan komunikasi menjadi bagian dari keseharian tim selama berada di lokasi. Namun, antusiasme masyarakat menjadi penyemangat bagi seluruh personel yang bertugas.

"Setiap kali bertemu warga, kami semakin memahami betapa besar harapan mereka terhadap listrik PLN. Itu yang membuat kami dan teman-teman terus bersemangat menyelesaikan pekerjaan," katanya.

Selama proyek berlangsung, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 4,19 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah sepanjang 4,77 kilometer sirkuit, serta tiga gardu distribusi dengan kapasitas total 300 kVA untuk melayani seluruh pelanggan di desa tersebut.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pemerintah-tetapkan-tarif-listrik-pln-juli-september-2026-tidak-naik

Pekerjaan PLN tidak berhenti setelah jaringan selesai dibangun. Tim dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau kemudian memastikan seluruh warga dapat menikmati listrik dengan aman melalui proses pemasangan kWh meter di setiap rumah.

Petugas PLN ULP Malinau, Izar Zuhdi, bersama tim bahkan menetap hampir satu pekan di Desa Tanjung Nanga untuk menyelesaikan proses penyambungan listrik secara bertahap.

"Bagi kami, tugas tidak berhenti ketika jaringan selesai dibangun. Kami bertugas memastikan sebanyak 331 pelanggan dapat langsung menikmati listrik dengan aman. Karena itu kami mendampingi proses pemasangan hingga seluruh tahapan selesai," ujar Izar.

Ia mengaku pengalaman bertugas di desa pedalaman tersebut memberikan kesan mendalam karena merasakan langsung keramahan dan rasa syukur masyarakat atas hadirnya listrik.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/pln-beberkan-penyebab-pemadaman-listrik-bergilir-di-balikpapan

Keberhasilan pembangunan jaringan listrik juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Desa Tanjung Nanga. Warga bergotong royong membersihkan jalur jaringan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonathan, mengatakan listrik menjadi kebutuhan yang telah lama dinantikan seluruh masyarakat.

"Kami sangat bersyukur karena akhirnya listrik PLN hadir di desa kami. Masyarakat ikut membantu selama proses pembangunan karena kami menyadari manfaatnya akan dirasakan bersama. Hari ini kami dapat menikmati hasil dari kerja keras semua pihak," katanya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan PLN, Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat yang telah bersama-sama mewujudkan elektrifikasi di Tanjung Nanga.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/kebun-gizi-lansia-binaan-pln-kaltimra-panen-sayur-hasilkan-nilai-ekonomi

"Di balik setiap rumah yang kini menikmati listrik, ada dedikasi insan PLN dan dukungan berbagai pihak yang bersama-sama mewujudkan harapan masyarakat. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, tokoh masyarakat, perusahaan, dan seluruh warga yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Kolaborasi inilah yang memungkinkan manfaat listrik dapat dirasakan hingga pelosok," ujar Chaliq.

Kini, saat malam tiba di Desa Tanjung Nanga, cahaya lampu telah menerangi rumah-rumah warga. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aktivitas ekonomi masyarakat semakin leluasa, dan hadir harapan baru bagi kemajuan desa yang selama ini menantikan akses listrik dari PLN. ***