
12 Agen Statistik Bertugas Kelola Data Kelurahan Balikpapan Timur
- Para agen statistik akan dibimbing untuk menyusun laporan hingga publikasi berbasis data
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Sebanyak 12 Agen Statistik resmi bertugas di tiga kelurahan yang ada di Balikpapan Timur. Tiga kelurahan tersebut kelurahan Lamaru, Manggar Baru dan Manggar.
Kehadiran agen statistik ini diharapkan menjadi penguat pengelolaan data di tingkat kelurahan, sekaligus mendorong terwujudnya data yang lebih akurat.
Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menjelaskan bahwa para agen statistik hasil rekrutmen dari unsur aparatur kelurahan maupun unsur masyarakat.
Mereka bertugas dalam proses statistik, mulai dari pengumpulan hingga penyajian data.
"Pada dasarnya mereka akan ditugaskan melakukan pendataan, pengolahan, hingga diseminasi. Karena itu, mereka perlu dibekali pelatihan agar memiliki standar yang sama sesuai kaidah statistik," kata Marinda saat dijumpai usai kegiatan Sosialisasi di Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (28/4/2026).
Ia menerangkan, pendampingan dari BPS akan dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya dalam tahap pengumpulan data, tetapi juga proses-proses lainnya.
BACA JUGA:
Kelurahan Cantik 2026 Dicanangkan di Balikpapan Timur - ibukotakini.com
Para agen statistik nantinya akan dibimbing untuk menyusun laporan hingga publikasi berbasis data yang dapat diakses di masing-masing kelurahan, termasuk melalui platform digital seperti laman web.
"Teman-teman BPS akan mendampingi membuat grafik, laporan, merencanakan pendataan, sampai dengan pengolahan dan menyajikan hasilnya," jelas Marinda.
Adapun jenis data yang dihimpun akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan tiap wilayah.
Marinda menyebutkan, fokus pendataan bisa berbeda antar kelurahan, tergantung isu yang menjadi prioritas.
BACA JUGA:
Balikpapan Canangkan Desa Cantik, Pemkot Ajak Mandiri Kelola Data - ibukotakini.com
"Misalnya kalau isu stunting, maka fokusnya di sana. Mulai dari siapa yang teridentifikasi, penyebabnya, hingga kelompok umur. Kemudian, Kalau potensi pariwisata, maka akan digali data terkait potensi wilayah dan bagaimana mengolahnya menjadi statistik yang informatif," jelasnya.
Lebih lanjut, program ini juga menargetkan peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dalam memahami dan mengelola data statistik.
Dengan pemahaman tersebut, data yang dihasilkan diharapkan memiliki standar yang jelas dan dapat dibandingkan dengan wilayah lain.
"Statistik itu berbasis standar. Tanpa standar, data tidak bisa dibandingkan dengan wilayah lain. Jadi ini yang ingin dibangun, agar kualitas data itu semakin baik," pungkasnya. ***
