Sebuah helikopter mengangkut air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kaltim.
Kabar Ibu Kota

12 Ribu Personel Tangani Karhutla Kaltim, Oktober 2026 Jumlah Titik Api Menurun

  • Awasi Pembukaan Lahan Baru
Kabar Ibu Kota
Toni Hariadi

Toni Hariadi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melibatkan sekitar 12.000 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan setelah kebakaran meningkat tajam sepanjang Agustus dan September 2026.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat, sepanjang September 2026 terdapat 988 kejadian titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 3.871,15 hektare.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat 733 kejadian titik api dengan luas lahan terbakar 3.590,64 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, peningkatan titik api dan luas kebakaran terjadi pada semester kedua 2026, terutama selama Agustus dan September.

BACA JUGA:

Kutim Incar Investasi Rp71 Triliun, Hilirisasi Batu Bara dan Sawit Dikebut - ibukotakini.com

Memasuki Oktober, jumlah titik api dan luas lahan terbakar diperkirakan menurun seiring peralihan menuju musim hujan. Namun, curah hujan yang masih rendah dan hanya turun di wilayah tertentu menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.

Libatkan Tentara dan Polisi

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.

Upaya tersebut melibatkan Kepolisian Daerah, Kodam VI Mulawarman atau TNI, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga memberikan asistensi dalam penanganan karhutla.

“Artinya, Pemprov Kaltim tidak diam dalam penanganan karhutla. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk melalui koordinasi dan dukungan seluruh pihak,” ujar Rudy Mas’ud, Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA:

BRI Peduli Salurkan 270 Mesin Pompa Air untuk Tangani Karhutla di Kalimantan
 - ibukotakini.com

Menurut dia, petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait terus bekerja melakukan pemadaman di sejumlah wilayah terdampak.

Keterlibatan sekitar 12.000 personel di kabupaten dan kota se-Kaltim diharapkan membantu mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Awasi Pembukaan Lahan 

Selain pemadaman, Pemprov Kaltim menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan atau land clearing, baik yang dilakukan masyarakat maupun perusahaan.

Pembukaan lahan tanpa membakar harus menjadi pilihan utama untuk mencegah munculnya titik api baru. Pemerintah juga menekankan penegakan hukum terhadap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA: 

BPBD Balikpapan Bagikan 2.500 Masker dan Ungkap 63 Hektare Lahan Terbakar - ibukotakini.com

Langkah pencegahan ini penting karena penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api menyebar. Pengawasan aktivitas di lapangan diperlukan untuk menekan risiko kebakaran berulang.

Meski memasuki Oktober jumlah kebakaran diperkirakan menurun, kondisi cuaca tetap perlu diwaspadai. Curah hujan yang rendah dan tidak merata membuat lahan masih berpotensi terbakar.***