
150 Ribu Seragam Gratis Dibagikan, Pemkot Balikpapan Siapkan Rp30 Miliar
- sebanyak 150 ribu stel seragam yang disiapkan terdiri seragam nasional SD (merah putih), seragam nasional SMP (biru putih), seragam Pramuka, serta seragam batik
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dengan menyiapkan sekitar 150 ribu stel seragam sekolah gratis bagi peserta didik pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Program tersebut didukung anggaran sekitar Rp30 miliar yang dialokasikan untuk seluruh jenjang pendidikan.
Penyaluran seragam gratis secara simbolis dipusatkan di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, sekolah yang dipilih karena memiliki berbagai prestasi tingkat nasional hingga internasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan, sebanyak 150 ribu stel seragam yang disiapkan terdiri atas seragam nasional SD (merah putih), seragam nasional SMP (biru putih), seragam Pramuka, serta seragam batik.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/wali-kota-balikpapan-ungkap-strategi-pendidikan-di-hadapan-mendikdasmen
Sementara itu, peserta didik PAUD menerima seragam batik, sedangkan warga belajar di satuan pendidikan nonformal memperoleh seragam batik dan seragam nasional.
"Hari ini kita menyiapkan kurang lebih 150 ribu stel seragam dengan total anggaran sekitar Rp30 miliar untuk anak-anak Balikpapan," ucapnya di SDN 009 Balikpapan Utara pada Kamis, 16 Juli 2026.
Selain membantu meringankan beban ekonomi orang tua, program seragam gratis ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan meningkatkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh peserta didik.
Irfan menyebut pemilihan SDN 009 Balikpapan Utara sebagai lokasi pembagian seragam bukan tanpa alasan.
"Sekolah tersebut merupakan satu-satunya Sekolah Rujukan Google di Kalimantan Timur dan menjadi sekolah kedua di Indonesia yang menyandang predikat tersebut," ujarnya.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/disdikbud-balikpapan-pastikan-seragam-gratis-tepat-waktu
Prestasi itu diraih melalui proses seleksi yang ketat. Bahkan, para guru dan siswa kerap menjadi narasumber dalam kegiatan Google for Education yang diikuti peserta dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, hingga Indonesia.
"Anak-anak kita sering menjadi narasumber dan berbagi praktik baik dalam kegiatan Google for Education secara daring dengan peserta dari berbagai negara," katanya.
Ia menjelaskan transformasi pendidikan digital di Balikpapan juga terus diperkuat.
"Pemkot telah menyediakan sekitar 2.500 Chromebook yang didistribusikan ke sekolah-sekolah, lengkap dengan papan interaktif serta layanan internet tanpa batas melalui kerja sama dengan PT Telkom," imbuh Irfan.
Fasilitas tersebut memungkinkan proses pembelajaran berbasis digital berjalan lebih optimal, termasuk pembelajaran di luar kelas melalui gazebo edukasi yang dimanfaatkan siswa untuk belajar menggunakan perangkat digital. ***
