Ilustrasi perdagangan saham
Ekbis

3 Saham Ini Jadi Pilihan Belanja IPOT

  • Asing Net Buy Rp1,6 Triliun di Pasar Reguler
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.636 pada akhir perdagangan Jumat (4/9/2026), menguat sekitar 1,82% dalam sepekan. Penguatan pasar saham Indonesia tersebut turut ditopang derasnya aliran dana investor asing ke pasar domestik.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mencatat investor asing membukukan net inflow Rp2,306 triliun di seluruh pasar sepanjang pekan 31 Agustus-4 September 2026.

Sementara di pasar reguler, nilai pembelian bersih asing mencapai Rp1,608 triliun.

Menariknya, aliran dana asing tersebut banyak mengarah ke saham-saham bank besar atau big banks, terutama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

BACA JUGA:

IHSG Jumat 4 September 2026, Turun 0,47 Persen ke 6.636 - ibukotakini.com

"Secara kumulatif investor asing membukukan net inflow Rp2.306 triliun di seluruh pasar dan Rp1.608 triliun di pasar reguler, dengan konsentrasi pembelian pada big banks: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI yang bersama-sama mencatat net foreign buy lebih dari Rp3,19 triliun di pasar reguler," ujar David.

Buyback US Treasury Jadi Sentimen Global

David menjelaskan, pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik.

Dari eksternal, salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah kebijakan buyback US Treasury.

Menurut David, langkah U.S. Department of the Treasury untuk memperbesar ukuran buyback surat utang tenor panjang dari maksimal US$2 miliar menjadi minimal US$4 miliar per operasi mulai 9 September dinilai bertujuan menjaga likuiditas dan fungsi pasar Treasury di tengah tekanan yield jangka panjang.

BACA JUGA:

Bakrie Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun - ibukotakini.com

Sementara dari dalam negeri, foreign flow menjadi salah satu katalis utama penguatan IHSG.

Data China Jadi Perhatian Investor Pekan Ini

Memasuki perdagangan 7-11 September 2026, investor akan menghadapi sejumlah agenda ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham.

David mengatakan, awal pekan akan dibuka dengan rilis data cadangan devisa Indonesia. Data tersebut dinilai dapat memberikan gambaran mengenai kondisi likuiditas eksternal dan daya tahan rupiah.

Selanjutnya, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi Asia, termasuk pertumbuhan ekonomi Jepang dan neraca perdagangan China untuk Agustus.

BACA JUGA:

Permintaan Lahan Data Center Melesat, DMAS Kantongi Pra Penjualan Rp1,15 Triliun - ibukotakini.com

Konsensus memperkirakan surplus perdagangan China melebar menjadi US$120,1 miliar, dari US$112,5 miliar pada Juli.

"Perbaikan ini jika terkonfirmasi dapat menjadi sinyal positif bagi permintaan global dan sentimen pasar Asia termasuk Indonesia karena China merupakan partner dagang terbesar bagi Indonesia," kata David.

Abu Vulkanik Jadi Risiko Sekaligus Katalis Saham Kesehatan

Selain faktor ekonomi, kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga disebut menjadi sentimen domestik yang perlu diperhatikan pada pekan ini.

Menurut David, paparan abu vulkanik berpotensi meningkatkan permintaan sejumlah produk kesehatan, seperti masker, obat-obatan pernapasan, dan eye drops.

BACA JUGA:

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tertinggi Tembus Rp3.561 per Kg - ibukotakini.com

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan momentum jangka pendek bagi sejumlah saham sektor kesehatan (healthcare).

IPOT Pilih 3 Saham untuk Trading Pekan Ini

Di tengah sentimen pasar tersebut, IPOT memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan pekan 7-11 September 2026.

Berikut tiga saham yang direkomendasikan untuk trading:

1. CDIA

IPOT merekomendasikan buy PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan harga saat ini sekaligus entry di Rp452.

Target harga dipatok di Rp500, atau potensi kenaikan 10,62%, dengan stop loss di Rp432 atau sekitar minus 4,42%. Adapun risk to reward ratio berada di level 1:2,4.

Secara teknikal, CDIA dinilai berpotensi bergerak dari area resistance MA60 dynamic. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, saham tersebut juga mencatat kenaikan dengan volume tinggi.

2. TBIG

Saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga masuk daftar pilihan IPOT.

Dengan harga saat ini dan entry Rp1.515, IPOT memasang target harga Rp1.650, atau potensi kenaikan 8,91%.

Stop loss ditetapkan di Rp1.455, dengan risk to reward ratio 1:2,3.

Secara teknikal, TBIG dinilai berpotensi keluar dari area konsolidasi dan dalam jangka pendek konsisten berada di atas MA5.

3. CBDK

Pilihan ketiga adalah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

IPOT memberikan entry di Rp4.050 dengan target harga Rp4.300, yang mencerminkan potensi kenaikan 6,17%.

Stop loss berada di Rp3.940, sedangkan risk to reward ratio mencapai 1:2,3.

Dari sisi teknikal, CBDK disebut telah mengalami breakout dari ascending triangle pattern, sementara indikator MACD kembali mengarah bullish.

Obligasi PBS038 Juga Jadi Pilihan IPOT

Selain saham, IPOT merekomendasikan Obligasi PBS038 untuk investor.

Instrumen tersebut memiliki kupon 6,875% per tahun dengan yield sebesar 7,10%, berdasarkan rekomendasi IPOT dalam siaran pers tersebut.

Dengan demikian, investor pekan ini tidak hanya akan mencermati kelanjutan foreign inflow ke saham domestik, tetapi juga sejumlah data ekonomi global dan domestik yang dapat menjadi katalis pergerakan IHSG.***

Disclaimer:
Rekomendasi saham ini bersifat informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investor disarankan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko dan strategi masing-masing.