30 Penerbangan Dialihkan ke Balikpapan Akibat Kabut Asap
Balikpapan

30 Penerbangan Dialihkan ke Balikpapan Akibat Kabut Asap

  • Gelombang divert ini didominasi oleh penerbangan dari Bandara Supadio (Pontianak), Palangkaraya, Banjarmasin, hingga Bandara APT Pranoto Samarinda
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Badai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas di sejumlah wilayah Kalimantan tidak hanya melumpuhkan jarak pandang penerbangan, tetapi juga menguji kesabaran para penumpang. 

Tercatat sudah ada 30 penerbangan maskapai yang terpaksa mengalihkan pendaratan (divert) ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

Berdasarkan catatan pihak bandara, gelombang pengalihan rute dari berbagai bandara regional ini terjadi sejak kabut asap mulai mengganggu jalur penerbangan di Kalimantan.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan bahwa hari ini saja pihaknya kembali menerima limpahan penumpang dari dua penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA550 dan GA580 yang gagal mendarat di tujuan akhir.

"Untuk jumlah penumpang yang harusnya landing di Samarinda itu 125 penumpang ditambah 1 infant, kemudian untuk yang Palangkaraya ada 143 penumpang," ungkap Iwan saat ditemui di area bandara, Kamis (17/9/2026).

Iwan merinci, gelombang divert ini didominasi oleh penerbangan dari Bandara Supadio (Pontianak), Palangkaraya, Banjarmasin, hingga Bandara APT Pranoto Samarinda yang baru mencatat dua kali menerima pengalihan menyusul insiden serupa yang dialami maskapai Batik Air sehari sebelumnya.

BACA JUGA:

Kabut Asap Tebal, Wings Air Batalkan Penerbangan Melalan Kutai Barat-Balikpapan - ibukotakini.com

Di tengah situasi tersebut, pihak pengelola memastikan bahwa cuaca di Bandara SAMS Sepinggan masih terpantau aman dengan batas minimum jarak pandang (visibility) yang terjaga di angka 2.700 meter untuk runway 07 dan 800 meter untuk runway 25. Kendati demikian, operasional bandara hanya difungsikan sebagai pos transit darurat untuk menampung pesawat dan penumpang yang tertahan.

Dampak pengalihan rute ini dirasakan langsung oleh para penumpang di gate 1 terminal keberangkatan SAMS Sepinggan. Kelelahan dan kekecewaan tampak jelas dari raut wajah mereka yang terjebak ketidakpastian.

Nathali, salah satu penumpang tujuan Pontianak, mengaku sudah tertahan di bandara sejak pukul 11.00 Wita siang. Sempat mengalami pembatalan jadwal sehari sebelumnya, ia justru mendapati kenyataan pahit begitu berada di udara.

"Ketika di pesawat baru diberitahukan tidak bisa mendarat di Bandara Tjilik Riwut, dan dialihkan ke Balikpapan," keluhnya. 

Meski pihak maskapai menjanjikan informasi berkala setiap 30 menit sekali, kejelasan kepulangan hingga sore hari masih menggantung.

BACA JUGA:

Karhutla Berjarak 30 Km dari Zona Inti, Otorita Pastikan IKN Masih Aman - ibukotakini.com

Nasib yang lebih pelik dialami oleh Arnia. Hendak menuju Palangkaraya, perjalanannya berubah menjadi mimpi buruk tiga hari berturut-turut. 

Berangkat sejak 15 September dari Pontianak, ia harus tertahan dua hari di Jakarta akibat rentetan penundaan jadwal (reschedule) mandiri tanpa sokongan fasilitas akomodasi yang layak dari maskapai.

Puncaknya, saat penerbangannya pada pukul 07.00 pagi tadi beranjak menuju Kalimantan Tengah, kabut pekat memaksa pesawat melempar rute pendaratan ke Balikpapan. Setibanya di SAMS Sepinggan, ia kembali harus menelan pil pahit lantaran terkatung-katung berjam-jam di ruang tunggu tanpa kejelasan waktu keberangkatan lanjutan.

"Katanya dari maskapai nunggu setengah jam, tapi ini sudah satu jam lebih bahkan berjam-jam nunggu, belum ada kepastian lagi," ucap Arnia pasrah.

Hingga kini, pihak pengelola bandara belum dapat memprediksi kapan cuaca dan jarak pandang di bandara tujuan akan kembali normal. 

Seluruh pihak masih mengandalkan perubahan cuaca ekstrem dan berharap adanya titik terang, seperti turunnya hujan di titik-titik rawan karhutla, agar roda transportasi udara di Kalimantan bisa kembali pulih sepenuhnya. ***