pergerakan pesawat diprediksi mencapai 2.677 pergerakan atau naik sekitar 1 persen dibandingkan periode Lebaran 2025
Balikpapan

313 Ribu Penumpang Diprediksi Melintas di Bandara Sepinggan

  • Pergerakan pesawat diprediksi mencapai 2.677 pergerakan atau naik sekitar 1 persen dibandingkan periode Lebaran 2025
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan resmi mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah/2026.

Pengoperasian posko ditandai dengan apel kesiapan yang diikuti seluruh pemangku kepentingan bandara, sebagai langkah awal menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode mudik Idulfitri.

Posko Lebaran tersebut akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Kehadiran posko ini bertujuan memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik yang setiap tahun menjadi periode dengan mobilitas masyarakat tertinggi.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, memproyeksikan adanya pertumbuhan positif trafik penerbangan pada periode Lebaran tahun ini.

“Pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 313.170 orang atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya. 

Sementara itu, pergerakan pesawat diprediksi mencapai 2.677 pergerakan atau naik sekitar 1 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.

Ia menyebut tingkat pemulihan trafik penerbangan (recovery rate) juga diproyeksikan mencapai 105,41 persen. 

BACA JUGA:

Mudik Lebaran 2026, Penumpang Pelni Diprediksi Naik 6 Persen - ibukotakini.com

Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan telah melampaui capaian sebelum pandemi pada 2019.

“Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026,” jelas Iwan.

Ia menambahkan peningkatan trafik tersebut menuntut pengelolaan operasional yang lebih presisi, baik pada sisi darat maupun udara.

“Seluruh operasional bandara selama periode Lebaran akan dijalankan dengan prinsip utama 3S + 1C, yaitu Safety, Security, Services, dan Compliance,” tukas Iwan.

Menurut Iwan, keberhasilan pengelolaan arus mudik tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat di lingkungan bandara.

BACA JUGA:

Mudik Hepi 2026: Telkomsel Berangkatkan 200 Warga dari Balikpapan - ibukotakini.com

“Sinergi antarunsur, mulai dari Otoritas Bandara, TNI-Polri, AirNav, maskapai, hingga ground handling, menjadi kunci untuk memastikan layanan yang aman dan lancar,” katanya.

Selain kesiapan teknis, seluruh personel juga diingatkan untuk memberikan pelayanan yang humanis dan penuh empati kepada para penumpang.

Ia menilai mudik bukan hanya perjalanan, melainkan momen emosional bagi masyarakat yang ingin berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

Karena itu, calon penumpang diimbau untuk memantau informasi penerbangan secara berkala serta datang lebih awal ke bandara guna menghindari kepadatan di terminal pada hari-hari puncak perjalanan.

“Kami menghimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan dan datang lebih awal ke bandara agar perjalanan berjalan lebih lancar,” ujar Iwan. ***