
34,55 Persen Jalan Nasional ke Kutai Barat Rusak
- Dirjen PU Janji Perbaikan
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM – Kondisi 34,55 persen jalan nasional menuju Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, masih berstatus tidak mantap. Dari total 301,97 kilometer ruas jalan nasional menuju wilayah tersebut, jalan mantap baru mencapai 65,45 persen berdasarkan data hingga semester II 2025.
Kondisi itu menjadi perhatian Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Ia bahkan menyampaikan langsung keluhan tersebut kepada Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar dalam Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan, Selasa (6/10/2026).
“Dari Kutai Kartanegara ke Kutai Barat, seluruhnya jalan nasional. Sekarang rusaknya parah sekali,” ujar Gubernur Rudy Mas'ud dalam pernyataan resmi.
Plt Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim Irhamsyah mengatakan, dari total 301,97 kilometer jalan nasional menuju Kutai Barat, sebanyak 65,45 persen berada dalam kondisi mantap. Sementara 34,55 persen lainnya masuk kategori tidak mantap.
BACA JUGA:
Setahun Jaga Perbatasan RI-Malaysia, Yonkav 13 dan Yonarmed 4 Pulang Balikpapan - ibukotakini.com
Rudy mengatakan memahami kondisi fiskal pemerintah pusat di tengah dinamika ekonomi global dan dampak perang di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional serta alokasi APBN.
Namun, menurut dia, keterbatasan anggaran seharusnya tidak membuat pemeliharaan jalan nasional yang sudah ada terabaikan.
“Tidak apa-apa kita tidak dibuatkan jalan baru, asal jalan eksisting dirawat, dipelihara dan segera diperbaiki kalau ada yang rusak. Jangan sampai terjadi seperti di Kutai Barat. Sudah tidak dibangun jalan baru, yang lama juga tidak diperbaiki,” kata Gubernur lagi.
“Makanya saya minta kepada Pak Dirjen. Tidak apa-apa kami tidak dibuatkan jalan baru, tapi jalan yang ada tolong dipelihara dan diperbaiki,” tambah Gubernur.
BACA JUGA:
Inflasi Kaltim September 2026 Tembus 3,98 Persen - ibukotakini.com
Jalan Bontang-Kutim Juga Rusak
Selain jalur menuju Kutai Barat, Rudy turut menyampaikan kondisi sejumlah jalan nasional lain di Kaltim yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah pusat.
Salah satunya ruas Bontang-Kutai Timur. Rudy menyebut kerusakan di jalur tersebut sudah semakin parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Bontang - Kutai Timur jalannya sudah bukan retak buaya lagi, tapi sudah berlubang-lubang. Ini berpotensi besar menyebabkan kecelakaan,” ucap Gubernur.
Ia juga menyinggung sejumlah ruas jalan dari Kutai Timur menuju Berau yang mengalami kerusakan.
BACA JUGA:
4 Poktan Balikpapan Utara Dapat Air, DKPPP Gandeng BWS IV Atasi Kemarau - ibukotakini.com
Bagi Pemprov Kaltim, kondisi jalan tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan kelancaran konektivitas antardaerah, terutama di wilayah yang menjadi jalur distribusi dan aktivitas ekonomi.
Kaltim Tawarkan Skema Pembiayaan Bersama
Rudy juga menyatakan Pemprov Kaltim siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam membiayai pembangunan jalan yang belum memiliki status sebagai jalan nasional maupun provinsi.
Salah satu yang didorong adalah pembangunan jalur Sotek, Penajam Paser Utara (PPU)-Bongan, Kutai Barat, sepanjang sekitar 88 kilometer.
Ruas tersebut dinilai strategis karena dapat memangkas jarak perjalanan dari Kutai Barat menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga ratusan kilometer.
Menurut Rudy, pola pembiayaan bersama bukan hal baru. Skema serupa telah diterapkan dalam pembangunan jalur Kutai Barat-Mahakam Ulu, dengan pembiayaan yang berasal dari APBD Kaltim dan APBN.
BACA JUGA:
APBD Perubahan Kaltim 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun - ibukotakini.com
“Kalau jalannya baik, yang jauh-jauh akan terasa dekat. Tapi kalau jalannya rusak, jangankan yang jauh, yang dekat pun tak sampai-tak sampai,” canda Gubernur.
Dirjen Bina Marga Janji Percepatan
Menanggapi keluhan dan permintaan Gubernur Kaltim, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar mengatakan akan meminta jajaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan direktorat terkait.
Langkah tersebut diarahkan untuk mencari strategi serta menyiapkan alokasi anggaran guna mempercepat penanganan jalan.
“Kita akan coba cari strategi untuk mempercepat pelaksanaannya. Kita akan tugaskan Balai Jalan (BBPJN) untuk melakukan kolaborasi percepatan pembangunan dengan direktorat terkait dan pemerintah daerah guna menyiapkan alokasi anggaran untuk percepatan pembangunannya,” kata Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar.
BACA JUGA:
Realisasi Pendapatan Kaltim Baru Mendekati 70 Persen, Serapan Fisik 57 Persen - ibukotakini.com
Mengenai kapan percepatan tersebut dapat dilakukan, Roy mengatakan pemerintah akan mengupayakannya dalam waktu secepat mungkin.
“Nanti kita lihat secepat mungkin, sebisa kita lakukan percepatan,” tutup Roy.
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 diselenggarakan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI), yang tahun ini memasuki usia ke-51.***
