
34 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Balikpapan
- Mengandalkan Modal Awal dari Simpanan Anggota
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM — Sebanyak 34 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) telah resmi terbentuk di Kota Balikpapan hingga pertengahan Juli 2025.
Koperasi ini digagas Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan sebagai implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, yang mendorong penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Dari kebijakan ini, kami menargetkan terbentuknya satu koperasi yang aktif di tiap kelurahan. Koperasi tersebut adalah jawaban dari kebutuhan ekonomi warga. Sekaligus juga wadah partisipasi masyarakat dalam aktivitas yang produktif,” jelas Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandi Setya Kusuma, Jumat, 18 Juli 2025.
BACA JUGA:
841 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Telah Terbentuk di Kaltim - ibukotakini.com
Heru menambahkan, seluruh KKMP telah mengantongi surat keputusan (SK) badan hukum koperasi dari Kemenkumham.
Pembentukan koperasi dilakukan dengan mempertimbangkan potensi wilayah. Setiap koperasi kemudian diarahkan menjalankan unit usaha yang relevan.
“Selain itu, koperasi juga akan memprioritaskan pemanfaatan potensi lokal,” ujar Heru.
Sejumlah KKMP telah mengembangkan unit usaha penyediaan kebutuhan pokok, apotek desa, simpan pinjam, jasa logistik, hingga fasilitas penyimpanan dingin (cool storage) untuk hasil pertanian dan perikanan.
BACA JUGA:
Pemkab PPU Belajar Ekonomi Kreatif ke Yogyakarta, Ini Tujuannya - ibukotakini.com
Namun, hingga kini dukungan pembiayaan dari pusat masih dinantikan. Heru menjelaskan bahwa pendanaan baru dapat diakses oleh koperasi model percontohan (mock-up) sesuai ketentuan Permenkop UKM Nomor 1 Tahun 2025.
“Karena skema pembiayaan masif dari pusat belum tersedia, maka sebagian besar KKMP saat ini masih mengandalkan modal awal dari simpanan anggota dan swadaya warga. Sambil kami menunggu kebijakan pendanaan lebih lanjut dari pusat,” jelasnya.
Dengan pendekatan gotong royong dan kemandirian, KKMP diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi lokal dan penguat solidaritas sosial masyarakat kelurahan. ***
