
35.441 Warga PPU Aktivasi IKD, Tertinggi se-Kalimantan Timur 2026
- Aktivasi IKD PPU Tertinggi se-Kaltim, Capai 24,26 Persen
Penajam
IBUKOTAKINI.COM - Kabupaten Penajam Paser Utara [PPU] mencatat prestasi membanggakan. Tingkat aktivasi Identitas Kependudukan Digital [IKD] di PPU menjadi yang tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur (Kaltim).
Meski tertinggi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU masih harus bekerja keras untuk memenuhi target nasional 30 persen.
Berdasarkan data Disdukcapil PPU per 16 Oktober 2026, sebanyak 35.441 warga telah melakukan aktivasi IKD. Jumlah tersebut dari total 146.087 penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik, atau setara 24,26 persen.
Artinya, PPU masih membutuhkan tambahan 5,74 poin persentase lagi untuk mencapai target 30 persen aktivasi IKD hingga akhir tahun.
PPU Tertinggi se-Kalimantan Timur
Capaian tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/cegah-salah-sasaran-dinsos-ppu-prioritaskan-9-ribu-warga-desil-1-2
Ia menyebut PPU unggul dibandingkan daerah lain di Kaltim dalam hal aktivasi Identitas Kependudukan Digital.
“Alhamdulillah, untuk kabupaten PPU tertinggi se-Kalimantan Timur terkait IKD-nya,” ungkap Waluyo, Kamis (22/10/2026).
Capaian ini menjadi modal penting bagi PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara [IKN] dalam transformasi layanan publik berbasis digital.
Untuk mengejar kekurangan target, Disdukcapil PPU kini mengintensifkan strategi jemput bola.
Pelayanan aktivasi IKD tidak lagi terpusat di Kantor Disdukcapil PPU di Kompleks Kantor Pemerintahan, Kilometer 9 Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.
Waluyo mengatakan petugas kini aktif turun langsung ke empat kecamatan, hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Memang saat ini kami gencar-gencarnya ke desa, kelurahan. Memenuhi undangan dari desa kelurahan,” kata Waluyo.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/bukan-cuma-timbang-bayi-posyandu-ppu-siap-melayani-6-bidang-spm
Langkah ini diambil untuk memudahkan masyarakat mengaktifkan identitas digital tanpa harus datang jauh ke kantor. Selain pelayanan, pihaknya juga gencar melakukan edukasi.
Menurut Waluyo, penggunaan IKD dan menjadi sarana mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan data pribadi dan cara penggunaan aplikasi Identitas Kependudukan Digital melalui media sosial dan sosialisasi langsung.
Kejar Target 30 Persen hingga Akhir 2026
Perluasan aktivasi IKD ini juga didorong oleh kebutuhan integrasi layanan perlindungan sosial.
Identitas digital ini akan dimanfaatkan untuk mendukung proses verifikasi kependudukan dalam sistem pelayanan bantuan sosial berbasis digital.
Waluyo menegaskan, pelayanan keliling akan terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan ketersediaan petugas dan dukungan operasional, tanpa mengurangi kualitas pelayanan administrasi kependudukan reguler di kantor.
“Harapan kita memang harus sampai 30 persen, karena ini sudah 24, tinggal kurang 6 persen lagi,” tuturnya.
Disdukcapil PPU menargetkan peningkatan aktivasi IKD dapat tercapai hingga akhir 2026.
"Upaya ini diharapkan tidak hanya mendongkrak jumlah pengguna IKD, tetapi juga mempermudah masyarakat PPU dalam mengakses layanan publik secara digital dengan lebih cepat dan aman," pungkasnya. (ADV-Diskominfo PPU)
