
362 Titik WiFi Gratis, Percepat Balikpapan Jadi Kota Global
- Masifkan Internet Publik untuk Semua Warga
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat langkahnya menuju status kota global dengan memperkuat infrastruktur digital bagi warganya. Melalui program bertajuk "Go See The World", Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, secara resmi menyediakan fasilitas WiFi gratis yang tersebar di 362 titik strategis di enam kecamatan.
Dalam keterangannya, Rahmad Mas'ud mengatakan pentingnya infrastruktur ini bagi visi masa depan kota.
"Keterbukaan akses informasi dan komunikasi merupakan salah satu syarat untuk menjadi kota global. Pemerintah Kota Balikpapan berupaya mewujudkannya melalui program WiFi gratis 'Go See The World'," ungkapnya.
Rahmad menyebut bahwa inisiatif ini dirancang untuk menyentuh kebutuhan dasar warga di era digital.
"Program ini adalah upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyediakan fasilitas penunjang informasi dan komunikasi yang bermanfaat bagi masyarakat," tutur Wali Kota melalui akun resminya yang dikutip pada Minggu 23 November 2025.
Penyebaran titik akses internet ini difokuskan pada area vital yang menjadi pusat aktivitas warga. Jangkauan layanan mencakup berbagai fasilitas publik, mulai dari kantor pemerintahan, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga area rekreasi seperti taman kota dan pasar tradisional.
BACA JUGA:
Skrining Kesehatan Haji 2025 Dimulai di Balikpapan - ibukotakini.com
Mengenai teknis penggunaan, masyarakat dimanjakan dengan kemudahan akses tanpa hambatan. Warga hanya perlu mendatangi lokasi yang telah terjangkau jaringan, kemudian melakukan login secara langsung tanpa harus memasukkan kata sandi. Setelah terhubung, pengguna dapat segera menikmati layanan internet berkecepatan tinggi yang berkisar antara 50 hingga 100 Mbps.
Ia menambahkan, dalam memastikan layanan berjalan optimal, Pemkot menerapkan sistem pengawasan berbasis komunitas di mana setiap titik memiliki penanggung jawab dari masyarakat.
“Mitigasi gangguan teknis diperkuat dengan pembentukan grup WhatsApp di setiap kecamatan yang beranggotakan para teknisi ahli untuk respon cepat,” tukasnya.
Evaluasi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan melakukan tinjauan rutin setiap tahun. Rahmad menegaskan bahwa pihaknya bersikap fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan lapangan. Apabila pemanfaatannya di suatu titik dinilai tidak signifikan, perangkat akan dipindahkan ke lokasi lain yang lebih membutuhkan.
"Kalau ada usulan titik WiFi baru silakan bersurat ke kelurahan," imbuh wali kota. ***
