Tim gabungan padamkan karhutla di Balikpapan pada Kamis, 13 Agustus 2026
Samarinda

4.700 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim

  • BMKG Minta Warga Waspada Dampak El Nino dan Karhutla
Samarinda
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Sekitar 4.700 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang dasarian I Agustus 2026. 

Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan, terutama karena sejumlah wilayah mulai mengalami kondisi cuaca panas dan kering. 

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan Djoko Sumardiono mengatakan, selain tingginya jumlah hotspot, suhu udara di Kabupaten Berau bahkan mencapai 36 derajat Celsius. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/kerja-sama-antardaerah-balikpapan-amankan-pasokan-pangan-hadapi-risiko-el-nino

Kondisi tersebut harus menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah, BPBD, masyarakat, dan seluruh pihak terkait untuk memperkuat langkah mitigasi. 

“Ini menjadi warning bagi kita semua agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipasi sejak dini,” kata Djoko dalam Rapat Koordinasi BMKG dan BPBD Kaltim, Kamis (13/8/2026). 

Rapat koordinasi tersebut digelar secara virtual dengan tema Penguatan Koordinasi BMKG dan BPBD dalam Mengantisipasi Dampak El Nino serta Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Provinsi Kalimantan Timur. 

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi BMKG dan BPBD, terutama dalam membaca perkembangan cuaca, mendeteksi potensi bencana, hingga mempercepat respons ketika terjadi kebakaran. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/ppu-tetapkan-status-siaga-darurat-karhutla-mengintai-musim-kemarau

Djoko mengatakan koordinasi yang semakin kuat diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terukur. 

Apabila kondisi di lapangan berkembang menjadi keadaan darurat bencana, penanganan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti hingga tingkat nasional melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

“Mari bersama-sama bergandeng tangan mengantisipasi terjadinya bencana yang tidak diinginkan di Kaltim,” ujarnya. 

Meski jumlah hotspot cukup tinggi, Djoko menyebut kondisi Kaltim secara umum masih tergolong aman. 

Ia mengapresiasi kesiapsiagaan BPBD dan komunitas penanggulangan bencana di berbagai daerah yang dinilai mampu merespons kejadian kebakaran dengan cepat. 

Balikpapan, misalnya, disebut menjadi salah satu daerah yang mampu menangani titik panas maupun kejadian kebakaran dengan segera sehingga api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. 

“Secara umum wilayah Kalimantan Timur masih tergolong aman, namun kewaspadaan harus terus dijaga dan tidak boleh lengah,” tegas Djoko. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/musim-kemarau-pemerintah-larang-warga-bakar-sampah-dan-buka-lahan

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim Buyung Budi Purnomo mengatakan kolaborasi dengan BMKG sangat penting, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. 

Menurut dia, informasi cuaca, potensi bencana, dan peringatan dini dari BMKG harus segera dianalisis agar dapat diterjemahkan menjadi langkah kesiapsiagaan di lapangan. 

“Melalui koordinasi ini, kami berharap dapat memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kecepatan penyampaian peringatan dini, memperkokoh kolaborasi, serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” kata Buyung. 

Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kaltim, khususnya menghadapi potensi dampak El Nino dan Karhutla. 

Buyung bahkan menilai dukungan data BMKG merupakan bagian penting dalam kerja BPBD. 

“Setengah kekuatan badan kami ada pada BMKG. Artinya, tanpa dukungan dan data akurat dari BMKG, kami akan mengalami kesulitan besar dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana,” tandasnya. ***