5 UMKM Binaan Astra Bawa Tenun Manggarai ke Fashion Nation 2026
UMKM

5 UMKM Binaan Astra Bawa Tenun Manggarai ke Fashion Nation 2026

  • Lima UMKM fashion binaan yang tampil dalam Fashion Nation 2026
UMKM
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali membawa produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya ke panggung industri fashion nasional. 

Kolaborasi dengan Sparks Fashion Academy (SFA), lima UMKM fashion binaan Yayasan Astra–YDBA menampilkan koleksi berbahan Tenun Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Fashion Nation 20th Edition bertema The Future Nostalgic. 

Peragaan busana tersebut digelar di Main Atrium Senayan City, Jakarta, Minggu (20/9/2026). Lima UMKM yang tampil yakni Soloputri, Alendra, Copa de Flores, Conny’s Creation, dan Kelow. 

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan UMKM fashion sekaligus membuka peluang agar produk wastra lokal memiliki nilai tambah dan akses pasar yang lebih luas. 

Sebelum peragaan busana, Yayasan Astra–YDBA bersama SFA menggelar mini talkshow yang membahas perjalanan kolaborasi pembinaan UMKM fashion hingga produk tenun lokal dapat tampil di panggung Fashion Nation. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/ppu-fest-2026-jadi-magnet-wisata-keluarga-dan-umkm-di-penajam

Koleksi Tenun Manggarai Barat yang ditampilkan dalam Fashion Nation 2026 merupakan hasil pembinaan jangka panjang Yayasan Astra–YDBA terhadap pelaku UMKM tenun di Manggarai Barat selama dua tahun terakhir. 

Wilayah tersebut merupakan salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA). Pembinaan dilakukan dari sisi hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan teknik tenun, standardisasi produk, hingga manajemen usaha. 

Para pelaku UMKM juga dibekali kemampuan memenuhi standar Quality, Cost & Delivery (QCD) yang dibutuhkan industri fashion. 

Selain peningkatan kualitas produk, pembinaan diarahkan untuk memperluas akses pasar sehingga produk tenun lokal dapat masuk ke dalam rantai pasok industri fashion. 

Melalui kolaborasi dengan SFA, kain Tenun Manggarai kemudian diolah oleh desainer menjadi busana siap pakai dengan karakter masing-masing merek. 

Proses tersebut tetap mempertahankan identitas budaya yang melekat pada tenun tradisional Manggarai Barat. 

Ketua Pengurus Yayasan Astra–YDBA, Rahmat Samulo, mengatakan wastra tidak hanya perlu dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi produk modern yang memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. 

“Bagi Yayasan Astra–YDBA, wastra bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang bagi UMKM untuk naik kelas. Lewat kolaborasi dengan SFA, UMKM binaan kami dibekali sense of business sekaligus sense of design, sehingga Tenun Manggarai Barat dapat hadir sebagai busana modern yang siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Rahmat, pada Selasa, 22 September 2026. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/umkm-ppu-unjuk-produk-di-mahligai-nusantara-2026

Lima UMKM Bawa Karakter Berbeda 

Ia menjelaskan lima UMKM fashion binaan yang tampil dalam Fashion Nation 2026 dipilih melalui proses kurasi bersama tim mentor SFA dalam program Fashion Design Intermediate. 

"Proses kurasi mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari keaktifan dan konsistensi selama pelatihan, perkembangan dan kualitas pengerjaan proyek, hingga keunikan DNA masing-masing merek," terangnya. 

Potensi mengolah Tenun Manggarai menjadi produk modern serta komitmen mengikuti seluruh rangkaian program hingga Fashion Nation 2026 juga menjadi bagian dari penilaian. 

Kelima UMKM tersebut membawa karakter berbeda dalam mengolah tenun tradisional menjadi busana modern. 

1. Soloputri mengangkat eksplorasi eco coloring, siluet minimalis, serta motif yang terinspirasi dari identitas Indonesia. 

2. Alendra memiliki kekuatan pada wastra dan kemampuan memadukan elemen etnik menjadi tampilan modern yang komersial. 

3. Copa de Flores menghadirkan desain yang dipengaruhi arsitektur dan ciri khas tenun Nusa Tenggara dengan gaya modern dan youthful. 

4. Conny’s Creation mengeksplorasi experimental textile dengan gaya eklektik. 

5. Kelow menggabungkan spesialisasi denim, gaya edgy, serta unsur etnik kontemporer yang dekat dengan karakter anak muda.***