
54 Embung Disiapkan di Ibukota Nusantara
- Sejumlah infrastruktur telah dibangun di kawasan IKN, termasuk embung yang menjadi bagian dari penerapan konsep sponge city
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan kemajuan, termasuk penguatan infrastruktur pendukung konsep kota masa depan seperti forest city, sponge city, dan smart city. Salah satunya ditandai dengan pembangunan embung untuk mengelola tata air di kawasan Nusantara.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan perkembangan tersebut saat menerima kunjungan Suharso Monoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas periode 2019–2024, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (20/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Basuki menjelaskan sejumlah infrastruktur yang telah dibangun di kawasan IKN, termasuk embung yang menjadi bagian dari penerapan konsep sponge city.
Embung berfungsi sebagai infrastruktur retensi air untuk menampung, mengelola, sekaligus memanfaatkan air di kawasan Nusantara.
“Embung kita ada 32 yang sudah jadi, yang sudah berfungsi, diambil airnya untuk menyiram tanaman,” ungkap Basuki.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur tata air tersebut masih akan dilanjutkan. Pada 2026, Otorita IKN mulai membangun 24 embung tambahan.
BACA JUGA:
“Jadi totalnya akan 54 embung, salah satunya berfungsi sebagai estetika kota,” katanya.
Kunjungan Suharso Monoarfa untuk melihat langsung perkembangan pembangunan IKN dan memastikan konsep dasar Nusantara tetap diterapkan dalam pembangunan.
Sejumlah proyek strategis di KIPP Nusantara turut ditinjau dalam rangkaian kunjungan tersebut, termasuk SMA Taruna Nusantara Kampus IKN.
Suharso mengatakan, kunjungannya dilakukan untuk melihat secara langsung konsistensi pembangunan IKN. Ia menilai keberlanjutan pembangunan penting agar konsep awal yang dirancang untuk Nusantara tetap terjaga.
“Pertama, saya ingin menyaksikan konsistensi pembangunan IKN, karena apa pun ini adalah legasi bangsa. Karena itu, keberlanjutan pembangunan ini menjadi penting,” kata Suharso.
Ia juga ingin memastikan atribusi IKN sebagai smart city dan sponge city tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam pembangunan.
“Saya ingin mengikutinya dan menyaksikannya dari dekat, terutama dengan atribusi yang kita kenakan pada IKN ini sebagai smart city, sebagai sponge city, bahwa hal itu secara prinsip tetap dijalankan, tetap dipegang,” ujarnya.
Selain melihat perkembangan fisik kawasan, Suharso menilai peluang investasi di IKN. Ia mendorong investor domestik untuk lebih berani melihat potensi pembangunan Nusantara.
BACA JUGA:
Api Abadi Taman Kusuma Bangsa Menyala Dimalam Renungan Suci - ibukotakini.com
Perkembangan IKN berpotensi menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru sekaligus memberikan daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Setelah saya saksikan, perkembangannya cukup menggembirakan. Karenanya, saya pikir investor-investor domestik itu harus berani melihat ke sini,” tutur Suharso.
Ia menilai keberanian investor dalam negeri diperlukan karena sejumlah investor dari luar negeri juga mulai melihat peluang di kawasan IKN.
“Kalau yang dari luar saja berani, mengapa mereka yang di dalam negeri tidak berani,” katanya.
Suharso optimistis pembangunan IKN dengan skala yang besar dapat membentuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
“Saya tetap dengan keyakinan saya, hitungan-hitungan kami, yang bisa dibuktikan secara akademis, bahwa sesuatu yang baru, apalagi dengan magnitude yang besar seperti ini, dia akan membentuk sebuah economic crowd baru dan dapat menjadi mesin pertumbuhan, engine of growth untuk Indonesia,” pungkasnya. ***
