600 Guru Dilibatkan dalam Transformasi SDM di IKN
Kabar Ibu Kota

600 Guru Dilibatkan dalam Transformasi SDM di IKN

  • Perkuat Fondasi Pendidikan Masa Depan
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempercepat penguatan sumber daya manusia sebagai mandat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin keempat yang menekankan peningkatan kualitas SDM, pendidikan, teknologi, kesehatan, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penyusunan sistem pendidikan berbasis keterampilan hidup (life skills), pembentukan karakter, dan kesiapan masa depan. Upaya ini disampaikan Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, dalam Sosialisasi Pendidikan yang melibatkan 600 guru dari wilayah IKN dan daerah delineasi di Loa Janan, Selasa (18/11/2025).

Dalam paparannya, Alimuddin menjelaskan bahwa pendidikan di IKN dirancang bukan sekadar mengejar ketertinggalan, tetapi melakukan lompatan besar menuju standar kota masa depan.

Kurikulum IKN dibangun secara berjenjang. Di antaranya: PAUD/TK untuk Pembentukan manajemen diri; SD Eksplorasi lingkungan; SMP Penguatan kesadaran diri; SMA/SMK Perencanaan masa depan; dan Pendidikan tinggi: Pengembangan karier dan kepemimpinan.

“Guru adalah produk masa lalu yang bekerja di masa kini untuk mempersiapkan masa depan. Karena itu guru harus terus belajar dan berorientasi maju,” papar Alimuddin.

BACA JUGA:

Retret Pegawai IKN Rampung, Basuki Ingatkan Disiplin - ibukotakini.com

Ia menegaskan bahwa IKN ingin membentuk generasi yang pikirannya kritis, kreatif, mampu bekerja kolaboratif, dan memiliki karakter kuat sesuai tantangan Indonesia 2045. 

Seiring pengembangan kurikulum, pembangunan fasilitas pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) juga terus dipercepat. 

Saat ini Otorita IKN tengah menyelesaikan 16 ruang kelas SD, 9 ruang kelas SMP, 9 ruang kelas SMA, Fasilitas tersebut disiapkan untuk masyarakat yang akan menempati kawasan inti pemerintahan, sekaligus warga sekitar IKN.

Sosialisasi ini menjadi momentum bagi guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai pembangunan IKN ke dalam pembelajaran. Seperti keberlanjutan, inklusivitas, teknologi dan digitalisasi, kepemimpinan masa depan.

Dengan cara itu, generasi muda tidak hanya menjadi penonton pembangunan IKN, tetapi mitra aktif yang memiliki rasa memiliki terhadap ibu kota negara.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Pujiyanto, menyambut upaya ini dan menegaskan komitmen daerah dalam mempersiapkan SDM unggul di wilayah IKN.

“Sinergi antarlevel pemerintahan menjadi kunci menyiapkan generasi emas di kawasan ini. Guru berperan strategis dalam mentransformasikan nilai dan visi IKN ke ruang kelas,” ujarnya. ***