
600 Kasus DBD di Kaltim, Dinkes Percepat Pencegahan
- Masyarakat diimbau aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan menjaga kebersihan lingkungan
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mencatat sekitar 600 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayah Kalimantan Timur hingga Februari 2026.
Meski jumlah kasus tergolong tinggi, hingga saat ini tidak terdapat laporan kematian akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan penanganan pasien DBD berjalan cukup baik berkat respons cepat dari fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
“Kasus sampai Februari kemarin sekitar 600 dan Alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia. Ini menunjukkan sistem penanganan dan respons layanan kesehatan berjalan optimal,” ungkapnya di Samarinda pada Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Jaya, pemerintah daerah terus memperkuat langkah antisipasi untuk menekan penyebaran DBD, terutama di wilayah yang tergolong endemis.
“Upaya tersebut dilakukan penguatan sistem kewaspadaan dini, peningkatan surveilans, serta respons cepat terhadap temuan kasus di lapangan,” terangnya.
BACA JUGA:
Pemkot Balikpapan Siapkan Revitalisasi Pasar Inpres - ibukotakini.com
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai deteksi dini gejala DBD juga terus digencarkan.
Masyarakat diimbau aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung pelaksanaan fogging terfokus di wilayah yang berisiko.
Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, sakit kepala, atau muncul bintik merah pada kulit.
Sebagai bagian dari strategi pencegahan, Dinas Kesehatan Kaltim turut menyalurkan vaksin DBD jenis Qdenga sebanyak 6.170 dosis ke sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Alokasi vaksin terbesar diberikan kepada Kabupaten Kutai Timur dengan total 4.470 dosis.
“Program vaksinasi ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan kelompok rentan sekaligus menekan tren peningkatan kasus DBD di wilayah kenaikan,” imbuhnya. ***
