8 Teman Tuli Balikpapan Dilatih Jadi Barista, Buka Peluang Kerja Baru
Balikpapan

8 Teman Tuli Balikpapan Dilatih Jadi Barista, Buka Peluang Kerja Baru

  • Pemkot Balikpapan Dorong Kemandirian Disabilitas Lewat Skill Barista
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Upaya mendorong ekonomi inklusif di Kota Balikpapan terus diperluas. Laznas Nurul Hayat bersama BDI PHM menggelar pelatihan barista khusus untuk disabilitas teman tuli. Pelatihan barista untuk Disabilitas ini digelar selama lima hari di Balikpapan, di Meracik Kopi Balikpapan.

Sebanyak 8 peserta terpilih mengikuti pelatihan intensif tersebut. Mereka dibekali keterampilan meracik kopi mulai dari teknik dasar hingga penyajian ala cafe modern.

Kepala Cabang Laznas Nurul Hayat Balikpapan, Machfuddin Al-Adib mengatakan peserta pelatihan barista tuna runggu ini telah melalui proses seleksi ketat.

"Peserta yang mengikuti pelatihan melalui seleksi. Peserta pelatihan sebanyak 8 orang," ucap Machfuddin.

Ia menjelaskan, pemilihan keterampilan barista bukan tanpa alasan. Tingginya pertumbuhan cafe di Balikpapan membuka peluang kerja dan usaha yang besar bagi teman-teman disabilitas.

"Mengapa barista? Karena di Balikpapan banyak cafe. Dengan harapan teman-teman disabilitas dapat ikut bagian, baik itu menjadi peluang usaha atau menjadi karyawan," jelasnya.

Pelatihan yang digelar pada Kamis (1/10/2026) ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

BACA JUGA:

Meski Harga BBM Naik, Konsumen Balikpapan Tetap Optimistis di 2026 - ibukotakini.com

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DKUKMP) Balikpapan, Heruressandy, yang hadir dalam pembukaan pelatihan menegaskan komitmen Pemkot dalam pemberdayaan kelompok difabel.

Menurutnya, setiap orang memiliki potensi untuk berkembang dan keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang untuk berkarya.

"Untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian. Kita memahami bahwa setiap orang memiliki kemampuan, potensi, dan kesempatan untuk berkembang," kata Heruressandy.

8 Teman Tuli Balikpapan Dilatih Jadi Barista, Buka Peluang Kerja Baru

Ia berpesan agar ilmu yang didapat tidak berhenti setelah sertifikat dibagikan. Keterampilan barista harus terus diasah agar bisa menjadi bekal nyata di dunia kerja.

"Saya berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Jangan berhenti setelah pelatihan selesai, teruslah belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki," ujarnya.

Lebih jauh, Heruressandy menyebut untuk mewujudkan ekonomi inklusif di Balikpapan dibutuhkan sinergi semua pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

"Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat sangat-sangat dibutuhkan agar kesempatan kerja dan pemberdayaan bagi teman-teman bisa terbuka dan terus diperluas," jelasnya.

Pemkot Balikpapan ingin menciptakan lingkungan yang inklusif sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.

Ia juga meminta para peserta pelatihan barista teman tuli untuk tidak minder dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

"Saya juga berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar mendapatkan keterampilan yang dapat digunakan serta membuka peluang baru usaha di dunia kerja," pungkasnya. ***