
88 Plaza Balikpapan Resmi Diluncurkan, 49 Unit Tahap Awal
- Menyasar Profesional Muda dan Wisatawan Bisnis
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Kawasan komersial baru, 88 Plaza Balikpapan, resmi diluncurkan pada 8 Mei 2026.
Proyek seluas 8 hektar ini berada di persimpangan Jalan Syarifuddin Yoes dan Jalan Ruhui Rahayu, hanya sekitar 10 menit dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Peluncuran dilakukan oleh entitas anak PT Indonesian Paradise Property Tbk melalui PT Mitra Gemilang Mahacipta. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, dalam acara yang digelar di salah satu hotel di pusat kota.
Pada tahap pertama, sebanyak 49 unit ruko eksklusif yang dipasarkan dilaporkan habis terpesan saat peluncuran perdana.
Berada di Koridor Akses IKN
88 Plaza Balikpapan berdiri di koridor utama akses tol baru 1B IKN–Balikpapan–Samarinda. Posisi ini menempatkan kawasan tersebut dalam jalur strategis penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
BACA JUGA:
Pekan Ekonomi Syariah Nusantara 2026 Berlangsung di Tiga Daerah - ibukotakini.com
Data yang disampaikan pengembang menyebutkan PDRB per kapita Balikpapan pada 2025 berada di atas Rp233 juta, mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif tinggi.
CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, mengatakan proyek ini dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang menggabungkan fungsi bisnis dan gaya hidup dalam satu area.
“Di Paradise Indonesia, visi kami adalah 'To spark joy in people’s lives by elevating spaces and experiences.' Melalui 88 Plaza Balikpapan kami tidak sekadar membangun kawasan komersial, tetapi merancang ekosistem terintegrasi yang menggabungkan bisnis, gaya hidup, dan komunitas,” kata Anthony P. Susilo.
Ia optimis 88 Plaza Balikpapan akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan ruang bagi para kreator serta investor untuk tumbuh bersama.

Konsep Kepadatan Rendah
Berbeda dari pengembangan komersial konvensional, 88 Plaza Balikpapan mengusung konsep low-density development atau kepadatan rendah.
BACA JUGA:
Agung Podomoro Perkuat Konsep Living in Style dengan Fasilitas Club House - ibukotakini.com
Konsep ini memberikan ruang terbuka lebih luas, sirkulasi yang lebih baik, serta area publik yang dirancang untuk interaksi komunitas.
Secara perencanaan, kawasan ini akan memiliki tiga komponen utama, yakni Business Hub, Lifestyle Hub, dan rencana pengembangan hunian (residential) pada tahap berikutnya.
Empat pilar utama proyek ini meliputi:
- Lokasi di pusat kota yang dikelilingi kantor dan pusat pemerintahan.
- Fasilitas bisnis seperti business loft, hotel bintang empat internasional dan MICE, co-working space, virtual office, serta infrastruktur digital serat optik.
- Area gaya hidup ramah pejalan kaki yang mencakup pusat kuliner, taman terbuka, dan fasilitas olahraga.
- Pengelolaan berbasis pengalaman grup yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun.
Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta, Dr. Andri Hadi, menyebutkan pengembangan kawasan dilakukan dengan strategi kurasi tenant dan manajemen profesional untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang.
BACA JUGA:
RUPS Indosat 2026: Tebar Dividen Rp3,57 Triliun - ibukotakini.com
"Balikpapan memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat dengan PDRB per kapita di atas Rp233 juta pada tahun 2025 dan daya beli masyarakat yang tinggi. 88 Plaza Balikpapan dirancang dengan perencanaan matang untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang melalui strategi kurasi tenant yang selektif dan manajemen kawasan yang profesional," katanya.
Menyasar Profesional Muda dan Wisatawan Bisnis
Proyek ini menargetkan segmen profesional muda, keluarga, komunitas kreatif, hingga wisatawan bisnis. Dengan keterhubungan langsung ke akses tol dan bandara, kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat aktivitas komersial baru di Balikpapan.
Paradise Indonesia sendiri merupakan grup pengembang yang berdiri sejak 2002 dan memiliki portofolio hotel, pusat perbelanjaan, serta proyek mixed-use di sejumlah kota besar Indonesia.
Peluncuran 88 Plaza Balikpapan menambah daftar proyek properti komersial yang tumbuh di kota penyangga IKN, seiring meningkatnya kebutuhan ruang usaha dan aktivitas bisnis di wilayah tersebut.***
