
Ada Pohon Jambu Air Berbuah 47 Varietas
- Dihasilkan Peneliti Tanaman Desa Sangkima
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Sebuah inovasi pertanian unik mencuri perhatian Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman saat menghadiri peluncuran Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Lapangan Kantor Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Di sela kegiatan tersebut, Ardiansyah meninjau kebun jambu air yang diklaim mampu menghasilkan hingga 47 varietas dalam satu pohon, sebuah inovasi yang dinilai berpotensi menjadi ikon agrowisata sekaligus kekayaan hayati baru Kutai Timur.
Kebun seluas sekitar 1.900 meter persegi itu dikelola oleh pekebun sekaligus peneliti tanaman, I Bagus Seputro, yang selama bertahun-tahun meneliti dan mengembangkan berbagai varietas jambu air unggul.
Keunikan utama kebun tersebut terletak pada teknik budidaya yang memungkinkan satu pohon menghasilkan puluhan varietas jambu air dengan karakteristik berbeda.
BACA JUGA:
Kaltim Usul Tambah 13.000 Hektare Cetak Sawah Baru - ibukotakini.com
"Satu pohon yang ada di sini mampu menghasilkan 27 varietas jambu air. Sementara di area penelitian lainnya, kami sudah berhasil mengembangkan pohon yang menghasilkan hingga 47 varietas jambu dalam satu batang," ujar Bagus, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, banyak pengunjung mengira kebun tersebut ditanami puluhan pohon berbeda. Padahal, varietas yang beragam itu tumbuh pada satu batang pohon hasil penelitian yang dikembangkannya.
"Kalau orang melihat ini biasanya mengira pohonnya banyak, padahal sebenarnya satu pohon dengan banyak varietas. Ini bukan sambung biasa, tetapi hasil penelitian dan pengembangan yang kami lakukan selama bertahun-tahun," jelasnya.
Puluhan Varietas Jambu Air Unggul
Bagus mengatakan setiap varietas memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari warna kulit, ukuran buah, tekstur daging, hingga cita rasa.
Sebagian besar varietas yang dikembangkannya memiliki rasa manis yang disukai masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Red Taiwan, Madu Deli Hijau (MDH), hingga varietas hasil pengembangannya sendiri yang diberi nama X15.
BACA JUGA:
Harga Lebih Terjamin, Disbun Kaltim Ungkap Syarat Menjadi Petani Sawit Mitra - ibukotakini.com
Selama ini hasil panen dipasarkan langsung kepada masyarakat sekitar. Namun, Bagus memiliki visi yang lebih besar, yakni menjadikan kebun tersebut sebagai pusat edukasi, konservasi tanaman buah, sekaligus destinasi agrowisata.
Ia juga berharap seluruh varietas hasil penelitiannya dapat memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sehingga menjadi identitas khas Kutai Timur.
"Harapan saya ke depan varietas-varietas ini bisa mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual sehingga benar-benar menjadi identitas dan kebanggaan Kutai Timur," katanya.
Bupati Kutim Dorong Jadi Ikon Daerah
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengaku terkesan dengan dedikasi dan inovasi yang dilakukan I Bagus Seputro secara mandiri.
Menurutnya, penelitian yang dilakukan masyarakat seperti ini memiliki nilai strategis karena mampu menciptakan varietas unggul sekaligus menjaga plasma nutfah tanaman lokal.
"Saya berterima kasih, ternyata di sini ada pembudidayaan jambu yang luar biasa. Sampai beliau memiliki inovasi menghasilkan sekitar 40 varietas unggul tersendiri dan ini akan terus berkembang sampai nantinya memperoleh hak kekayaan intelektual," ujar Ardiansyah.
BACA JUGA:
Ia menilai inovasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi memperkuat sektor pertanian, konservasi, hingga pariwisata berbasis agrowisata di Kutai Timur.
Ardiansyah optimistis penelitian yang dilakukan Bagus masih akan menghasilkan varietas-varietas baru dalam beberapa tahun mendatang.
"Barangkali dua atau tiga tahun lagi sudah ada lagi varietas baru yang lebih unggul. Ini potensi besar yang harus terus dikembangkan," tuturnya.***
