PT Adhi Commuter Property Tbk menawarkan relokasi unit dan pinjam pakai untuk konsumen LRT City.
Ekbis

ADCP Kejar Dukungan Danantara dan Restrukturisasi Utang Bank

  • Jatuh Tempo Obligasi Diperpanjang hingga Mei 2027
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) terus menjalankan sejumlah upaya pemulihan kondisi keuangan di tengah proses penyelesaian kewajiban kepada kreditur dan pemegang obligasi.

Dalam laporan perkembangan realisasi rencana pemulihan kondisi atau penyebab suspensi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 September 2026, ADCP mengungkapkan dua agenda yang masih berjalan, yakni dukungan pendanaan dari Danantara dan restrukturisasi fasilitas kredit serta pinjaman jangka panjang perbankan. 

“Untuk dukungan Danantara, ADCP menyampaikan kebutuhan pendanaan melalui PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) selaku induk usaha,” kata Direktur Keuangan ADCP, Achmad Wachid Abdullah dalam keterbukaan informasi.

Pendanaan tersebut difokuskan untuk mempercepat konstruksi sejumlah proyek ADCP, terutama proyek yang dapat mempercepat serah terima unit kepada konsumen.

BACA JUGA:

ADCP Bikin Investor Deg-degan! Pembayaran Bunga Obligasi Rp10,29 Miliar Ditunda - ibukotakini.com

Menurut perseroan, percepatan serah terima unit diharapkan dapat mendorong pencairan dana escrow account, meningkatkan penjualan melalui KPA, serta memperbesar penerimaan kas masuk.

"Serah terima unit konsumen secara konsisten memulihkan kepercayaan pasar, memicu penjualan baru (new sales), serta meningkatkan penerimaan kas masuk (cash in)," imbuh Achmad Wachid Abdullah. 

ADCP Siapkan Restrukturisasi Utang Bank

Selain mencari dukungan pendanaan, perusahaan pelat merah itu juga sedang melakukan negosiasi penjadwalan ulang pokok dan bunga pinjaman dengan bank kreditur.

Agenda restrukturisasi ini ditargetkan berlangsung pada Triwulan IV 2026.

“Tujuannya menyesuaikan profil arus kas operasional perseroan dengan skema pembayaran kewajiban utang,” imbuh Achmad Wachid. 

BACA JUGA:

ADHI Bakal Restrukturisasi Utang, RUPSLB Digelar 30 September 2026 - ibukotakini.com

Langkah tersebut melengkapi serangkaian restrukturisasi kewajiban yang sebelumnya telah dilakukan ADCP.

Jatuh Tempo Obligasi Diperpanjang hingga Mei 2027

Pada Obligasi II Seri B, Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 9 Mei 2025 telah menyetujui perubahan jangka waktu jatuh tempo pokok obligasi selama dua tahun menjadi 24 Mei 2027.

RUPO juga menyetujui pemberian consent fee sebesar 0,1 persen dari nilai pokok, yang dibayarkan satu kali pada triwulan pertama jadwal pembayaran bunga setelah persetujuan RUPO. Status langkah tersebut dalam laporan ADCP tercatat selesai (done). 

Kemudian, melalui RUPO 14 April 2026, ADCP memperoleh persetujuan waiver rasio keuangan sekaligus penundaan pembayaran kupon Obligasi II Seri B untuk periode Mei 2026 hingga Februari 2027.

BACA JUGA:

Kontrak Baru ADHI Lompat 118 Persen Jadi Rp8,3 Triliun - ibukotakini.com

“Pembayaran kupon tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pembayaran pokok pada Mei 2027,” Achmad Wachid menambahkan. 

Obligasi III Juga Masih Dalam Proses Restrukturisasi

Untuk Obligasi III Seri A dan Seri B, ADCP telah mengajukan sejumlah permohonan kepada wali amanat maupun Indonesia Infrastructure Finance melalui Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF).

“Pada 3 Maret 2026, perseroan mengajukan permohonan penyelenggaraan RUPO. Hingga laporan September, proses pembahasan masih berlangsung,” lapar Achmad Wachid. 

ADCP juga mengajukan permohonan pada April 2026 terkait waiver financial covenants dan perubahan penggunaan dana hasil obligasi. Sementara pada Juli 2026, perseroan meminta dukungan CGIF untuk pemenuhan kewajiban pembayaran kupon Obligasi III periode Juni-Desember 2026 sekaligus penundaan sementara pembayaran guarantee fee CGIF. Kedua agenda tersebut juga masih dalam proses pembahasan. 

BACA JUGA:

PP Bantah Rencana Penggabungan dengan Adhi Karya oleh Danantara - ibukotakini.com

Untuk memenuhi kewajiban jangka pendek periode Juni-Desember 2026, ADCP juga menyiapkan sumber dana dari divestasi lahan dan percepatan penjualan unit properti ready stock. 

ADCP Tegaskan Fokus Jaga Kelangsungan Usaha

Dalam laporan tersebut, ADCP menyatakan akan terus menjaga kelangsungan usaha atau going concern.

Perseroan juga menyebut tetap aktif berkoordinasi dengan regulator, mitra, kreditur, dan seluruh pemangku kepentingan dengan memperhatikan kepentingan pemegang saham. 

BACA JUGA:

Saham Disuspensi, Adhi Karya (ADHI) Belum Bayar Bunga Obligasi Rp60,8 Miliar - ibukotakini.com

Dengan demikian, laporan terbaru ADCP menunjukkan bahwa pemulihan kondisi keuangan perseroan tidak hanya mengandalkan restrukturisasi obligasi. 

Dukungan pendanaan melalui Danantara dan penataan kembali utang perbankan menjadi dua agenda penting yang masih harus dituntaskan pada periode berikutnya.***