
Aktivasi IKD Balikpapan Baru 22,16 Persen, 13 Kelurahan Segera Dilengkapi Alat
- Aktivasi IKD Balikpapan baru 22,16 persen dari target 30 persen
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, baru mencapai 22,16 persen. Angka tersebut masih berada di bawah target Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sebesar 30 persen hingga akhir 2026.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan kini menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat aktivasi IKD. Salah satunya dengan melengkapi peralatan aktivasi di 13 kelurahan yang belum memilikinya.
Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, mengatakan saat ini baru 21 kelurahan yang memiliki peralatan aktivasi IKD. Sementara itu, 13 kelurahan lainnya ditargetkan mendapatkan fasilitas serupa melalui anggaran perubahan 2026.
"Mudah-mudahan di anggaran perubahan ini 13 kelurahan bisa kita penuhi. Karena memang baru 21 kelurahan yang memiliki alat aktivasi KTP," ungkap Tirta Dewi saat dijumpai pada Kamis, 5 November 2026.
Menurutnya, ketersediaan peralatan di setiap kelurahan penting untuk memudahkan masyarakat mengaktifkan IKD. Dengan begitu, warga tidak harus selalu datang langsung ke kantor Disdukcapil.
Selain melengkapi fasilitas, Disdukcapil Balikpapan juga mengintensifkan pelayanan jemput bola ke kelurahan. Petugas akan membantu warga melakukan aktivasi, termasuk melalui kegiatan pelayanan di luar jam kerja.
BACA JUGA:
KORPRI Balikpapan Peduli Stunting, 1.800 Lele dan 1 Ton Beras Dibagikan - ibukotakini.com
Tirta menjelaskan, masyarakat atau pengurus RT dapat mengajukan permohonan pelayanan aktivasi IKD pada akhir pekan, seperti Sabtu dan Minggu.
Skema ini disiapkan untuk menjangkau warga yang memiliki kesibukan pekerjaan sehingga tidak sempat mengurus aktivasi pada hari kerja.
"Kalau ada RT di kelurahan yang meminta pelaksanaan aktivasi IKD, kami bisa datang ke lokasi. Sebab, ada masyarakat yang bekerja formal maupun informal sehingga tidak sempat datang ke kelurahan," jelasnya.
Tirta mengungkapkan, berdasarkan data Disdukcapil, jumlah penduduk wajib KTP elektronik (KTP-el) di Balikpapan yang telah melakukan perekaman mencapai sekitar 556 ribu orang.
Untuk mencapai target aktivasi IKD sebesar 30 persen, setidaknya diperlukan sekitar 166.877 penduduk yang sudah mengaktifkan identitas digitalnya.
Namun, capaian aktivasi saat ini masih perlu ditingkatkan. Disdukcapil menghadapi sejumlah kendala, mulai dari rendahnya kehadiran masyarakat saat diundang untuk melakukan aktivasi hingga keterbatasan perangkat telepon seluler.
"Kadang masyarakat yang diundang juga belum hadir karena kesibukan bekerja. Kemudian, ada juga kendala gadget yang belum sesuai untuk melakukan aktivasi," ungkapnya.
Karena itu, Tirta berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat. Ia juga meminta dukungan perangkat kelurahan hingga pengurus RT untuk mengajak warga melakukan aktivasi IKD.
Menurutnya, keberhasilan mencapai target 30 persen tidak bisa hanya mengandalkan petugas Disdukcapil.
“Peran aktif masyarakat diperlukan agar proses aktivasi bisa menjangkau lebih banyak penduduk,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Pemkot Balikpapan Sediakan 8.000 Dosis Vaksin Rabies Gratis - ibukotakini.com
Tirta mengingatkan, aktivasi Identitas Kependudukan Digital semakin penting karena ke depan berbagai layanan publik akan terintegrasi dengan IKD.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyimpan dokumen kependudukan yang telah dilengkapi tanda tangan elektronik langsung di telepon seluler masing-masing.
Dengan demikian, warga tidak perlu terus-menerus membawa dokumen fisik atau menyimpan banyak berkas dalam dompet.
"Seluruh dokumen kependudukan yang sudah bertanda tangan elektronik bisa tersimpan di HP kita. Jadi, tidak perlu lagi membawa banyak dokumen," katanya.
Ia juga memastikan IKD memberikan kemudahan karena identitas digital tersimpan pada perangkat pribadi masing-masing pengguna.
Untuk mendukung perluasan layanan, Disdukcapil mengalokasikan anggaran pengadaan peralatan aktivasi IKD bagi kelurahan. Tirta menyebutkan, satu paket peralatan membutuhkan anggaran hampir Rp50 juta.
Peralatan tersebut mencakup komputer dan perangkat pendukung untuk mendeteksi sidik jari serta kebutuhan proses aktivasi lainnya.
“Penambahan fasilitas di 13 kelurahan, pelayanan jemput bola, serta keterlibatan RT dan masyarakat, target aktivasi IKD Balikpapan sebesar 30 persen pada akhir 2026 dapat tercapai,” pungkas Tirta Dewi. (Adv-Diskominfo Balikpapan)
