
Aktivasi IKD di PPU Baru 20 Persen, Disdukcapil Jemput Bola ke Wilayah Pesisir
- Layanan jemput bola administrasi kependudukan dilaksanakan secara rutin setiap pekan
Penajam
IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dengan menyasar langsung masyarakat di wilayah pesisir.
Layanan jemput bola administrasi kependudukan digelar di Kelurahan Jenebora, Gersik, dan Pantai Lango, Kamis (17/9/2026).
Percepatan aktivasi IKD menjadi salah satu fokus layanan untuk mendukung penguatan program digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil PPU, Andi Bachtiar Latief, mengatakan cakupan aktivasi IKD saat ini baru berada di kisaran 20 persen. Disdukcapil menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 40 persen pada 2026.
“Percepatan kepemilikan identitas kependudukan digital bukan sekadar mengejar target administratif. Data kependudukan digital nantinya menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung validasi data penerima manfaat program perlindungan sosial,” kata Andi disela kegiatan pada Kamis, (17/9/2026).
Menurut Andi, percepatan aktivasi IKD tidak hanya dilakukan di pusat pelayanan. Disdukcapil PPU memperluas layanan hingga desa dan kelurahan, termasuk kawasan pesisir.
BACA JUGA:
Puskesmas Petung PPU Raih Juara 2 Nasional Pelayanan JKN - ibukotakini.com
Melalui IKD, masyarakat dapat mengakses berbagai dokumen dan informasi kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Sistem tersebut diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh layanan administrasi sekaligus mendukung pemanfaatan data kependudukan yang lebih terintegrasi.
Layanan jemput bola administrasi kependudukan dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Respons masyarakat di wilayah pedesaan disebut cukup tinggi.
“Setiap pekan kita melaksanakan layanan jemput bola administrasi kependudukan, salah satunya aktivasi IKD. Respons masyarakat di wilayah pedesaan cukup tinggi. Rata-rata 150 hingga 300 pemohon datang ke posko pelayanan di setiap desa atau kelurahan,” terangnya.
Masyarakat yang datang ke posko jemput bola tidak hanya dapat melakukan aktivasi IKD. Disdukcapil PPU juga membuka sejumlah layanan administrasi kependudukan lainnya.
BACA JUGA:
Lahan Gambut PPU Rawan Karhutla, Bupati Ingatkan Warga Tak Membakar - ibukotakini.com
Layanan tersebut meliputi perekaman KTP-el, pelayanan akta kelahiran, hingga penerbitan akta kematian.
“Perluasan pelayanan secara langsung ini menjadi bagian dari upaya Disdukcapil PPU mendekatkan akses administrasi kependudukan kepada Masyarakat,” urainya.
Andi menambahkan, dengan layanan yang hadir hingga tingkat desa dan kelurahan, warga tidak harus selalu mendatangi pusat pelayanan untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.
“Aktivasi IKD juga diharapkan dapat mendukung validasi data penerima manfaat program perlindungan sosial di PPU,” pungkasnya. (Adv)
