Anak Masuk SD Wajib Lulus PAUD, Disdikbud Gencar Sosialisasi
Balikpapan

Anak Masuk SD Wajib Lulus PAUD, Disdikbud Gencar Sosialisasi

  • Pemkot Balikpapan juga terus membenahi sarana pendidikan. Salah satunya pembangunan TK Pembina yang dimulai pada 2019 dan telah selesai pada 2021
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah mulai menerapkan kebijakan wajib belajar 13 tahun dengan menambahkan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak masuk sekolah dasar (SD). 

Mulai tahun ajaran 2027, setiap anak yang akan masuk SD diwajibkan memiliki ijazah pendidikan anak usia dini (PAUD) atau taman kanak-kanak (TK). 

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik dalam kegiatan Pentas Seni Murid Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tahun Ajaran 2025/2026 di Gedung Dome Balikpapan, Selasa (19/5/2026). 

Menurut Irfan, pola wajib belajar kini tidak lagi hanya enam tahun SD, tiga tahun SMP, dan tiga tahun SMA, tetapi ditambah satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal pendidikan anak. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/cegah-aksi-begal-pemkot-balikpapan-pasang-cctv

“Mulai 2027, anak-anak yang masuk SD harus punya ijazah PAUD atau TK,” tuturnya. 

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan masa konsolidasi dan pembenahan sistem pendidikan dasar untuk menyiapkan penerapan kebijakan tersebut. 

Di mana pemerintah daerah juga diminta memastikan akses pendidikan usia dini tersedia secara merata bagi seluruh anak.

Menurutnya, pendidikan prasekolah menjadi tahap penting karena usia lima tahun merupakan masa perkembangan otak anak yang sangat pesat. 

“Usia lima tahun adalah masa perkembangan otak anak yang sangat cepat. Apa yang dilihat dan didengar anak akan memengaruhi perkembangan mereka,” katanya. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/libatkan-guru-diskominfo-balikpapan-lindungi-anak-dari-ancaman-digital

Irfan menilai pendidikan PAUD bukan hanya mengajarkan membaca dan menulis, tetapi juga membangun kemampuan sosial, emosional, dan motorik anak sebelum memasuki lingkungan sekolah formal. 

Dalam proses pembelajaran di PAUD, anak-anak lebih banyak diajak belajar melalui permainan edukatif seperti mengenal warna, bentuk, hingga berhitung sederhana. 

“Anak-anak belajar sambil bermain supaya tidak kaget ketika masuk SD,” ujarnya. 

Ia menambahkan, interaksi di lingkungan PAUD juga membantu anak membangun keberanian dan kemampuan bersosialisasi dengan teman sebaya. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/balikpapan-krisis-guru-bk-ratusan-sekolah-terancam-minim-pendampingan-siswa

“Kalau anak hanya bersama orang tua terus, perkembangan sosialnya berbeda dibanding anak yang sudah terbiasa berinteraksi di sekolah,” tandasnya. 

Dalam kesempatan itu, Irfan juga menyinggung dukungan pemerintah terhadap pembiayaan pendidikan usia dini. 

Ia mencontohkan, apabila biaya pendidikan PAUD mencapai Rp1,2 juta dan pemerintah memberikan subsidi 50 persen, maka orang tua hanya menanggung sekitar Rp600 ribu.

“Kalau pemerintah bantu 50 persen dari biaya Rp1,2 juta, maka orang tua membayar Rp600 ribu,” ujarnya. 

Selain penguatan PAUD, Pemkot Balikpapan juga terus membenahi sarana pendidikan. Salah satunya pembangunan TK Pembina yang dimulai pada 2019 dan telah selesai pada 2021. (ADV Diskominfo Balikpapan)