
Analisis IHSG Senin, 2 Februari 2026: Bangkit di Grafik
- Potensi Rebound di Awal Pekan
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 97,40 poin atau naik 1,18 persen ke level 8.329,61.
Namun euforia harian itu belum cukup menutup luka mingguan, karena sepanjang sepekan lalu, IHSG masih terkoreksi 6,94 persen.
Di sinilah ceritanya jadi menarik.
Analis pasar modal, William Hartanto, menyebut secara teknikal, pasar mulai menampilkan sinyal optimistis.
BACA JUGA:
Bursa Gonjang-Ganjing, Tapi Jumlah Investor Naik Terus - ibukotakini.com
Tiga candlestick terakhir membentuk pola morning star, sebuah formasi klasik yang sering dibaca sebagai pertanda awal pembalikan arah.
“Artinya, ada peluang penguatan di awal pekan ini,” tulis William dalam WH Project Weekly Market Outlook, Senin, 2 Februari 2026.
Sayangnya, grafik cantik belum tentu langsung disambut volume transaksi. Pekan lalu, pergerakan IHSG lebih banyak berputar di saham-saham yang terkait sentimen MSCI.
Dampaknya, nilai transaksi cenderung menurun dan pasar bergerak hati-hati, seperti berjalan di atas kaca tipis.
BACA JUGA:
Emas Hampir Rp3 Juta, Investor Muda Diminta Waspada FOMO - ibukotakini.com
“Pergerakan IHSG pekan lalu terfokus pada saham-saham yang terkait dengan sentimen MSCI sehingga nilai transaksi menurun,” tulis William.
Rebound Ada, Tapi Jalan Masih Berkelok
Menurut William Hartanto, IHSG berpotensi bergerak mixed dengan peluang rebound di awal pekan.
“Tekanan jual akibat konflik MSCI terhadap penyajian data bursa yang dinilai tidak transparan mulai mereda, memberi ruang napas bagi indeks,” sebut pendiri WH Project itu.
Namun, awan gelap belum sepenuhnya pergi. Kejatuhan harga emas secara signifikan pada akhir pekan lalu menjadi sentimen negatif, khususnya bagi saham-saham yang pergerakannya sensitif terhadap harga emas.
BACA JUGA:
Inilah yang membuat penguatan berpotensi tertahan dan tidak berjalan lurus.
Secara teknikal, IHSG kini memiliki resistance terdekat di level 8.567. Jika mampu dilewati, target lanjutan berada di area psikologis 9.000.
Sebaliknya, kegagalan menembus resistance berpeluang membuat pasar kembali bergerak naik-turun tanpa arah tegas.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, IHSG pada pekan ini diproyeksikan bergerak mixed dalam rentang 8.100 – 8.567.
BACA JUGA:
Awal Februari 2025, BEI Bekukan 48 Saham Sekaligus - ibukotakini.com
Stock Pick: Peluang di Tengah Pasar yang Selektif
Di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya ramah, peluang tetap ada bagi trader yang disiplin membaca teknikal. Berikut saham-saham yang direkomendasikan secara teknikal:
BBNI
Rekomendasi: Buy
Target: 4.600 – 4.700
Support: 4.380 | Resistance: 4.530
ELSA
Rekomendasi: Buy
Target: 745 – 800
Support: 635 | Resistance: 720
EMAS
Rekomendasi: Sell on strength
Target pelemahan: 6.025 – 5.425
Support: 6.025 | Resistance: 7.375
ERAL
Rekomendasi: Buy
Target: 370 – 400
Support: 334 | Resistance: 370
Kesimpulan
Grafik memberi sinyal hijau, sentimen masih abu-abu. IHSG punya peluang rebound di awal pekan, namun investor perlu tetap waspada terhadap sentimen global, khususnya pergerakan harga emas dan dinamika lanjutan terkait MSCI.
CATATAN REDAKSI:
Konten ini disajikan sebagai informasi. Seluruh keputusan investasi dan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan pahami risiko sebelum bertransaksi.
