
Ancaman Depresi Ekonomi, Kiyosaki Sarankan 3 Aset Ini
- Robert Kiyosaki memperingatkan potensi depresi ekonomi global dan menyarankan investor melindungi aset dengan emas, perak, dan Bitcoin di tengah ketegangan dunia
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan dunia membuat banyak investor kembali memikirkan strategi perlindungan kekayaan.
Investor sekaligus penulis buku keuangan terlaris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, memperingatkan potensi kejatuhan pasar yang dapat berujung pada depresi ekonomi besar berikutnya.
Menurut Kiyosaki, ketidakpastian global yang meningkat, termasuk kemungkinan konflik berskala besar, dapat memicu gejolak di pasar keuangan dunia. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini oleh para investor.
“Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan Fed, kemungkinan depresi hebat berikutnya mungkin perang. Bagi jutaan orang, masa-masa sulit akan segera tiba,” kata Kiyosaki dalam pernyataannya yang dikutip Kamis (5/3/2026).
Ia menilai, investor yang memiliki kesiapan mental dan strategi yang tepat justru bisa melihat krisis sebagai peluang.
“Bagi mereka yang memiliki pola pikir yang benar dan siap, Depresi Hebat berikutnya akan menjadi saat terbaik dalam hidup mereka. Mohon bersiap. Jaga diri kamu. Beli emas, perak, Bitcoin,” ujarnya.
BACA JUGA:
Sosok Investor Haiyanto Jadi Buruan Netizen X - ibukotakini.com
Emas hingga Bitcoin Dinilai Jadi Aset Pelindung
Kiyosaki merekomendasikan sejumlah instrumen yang selama ini dikenal sebagai safe haven, yakni aset yang cenderung mampu mempertahankan nilai saat ekonomi global tidak stabil. Aset tersebut antara lain emas, perak, serta aset digital seperti Bitcoin.
Emas sejak lama dikenal sebagai instrumen lindung nilai klasik. Logam mulia ini kerap menjadi pilihan investor ketika pasar saham mengalami tekanan karena nilainya relatif stabil dan tidak bergantung pada mata uang tertentu.
Selain emas, perak juga sering dijadikan alternatif investasi logam mulia. Meski lebih volatil, perak memiliki nilai tambahan karena banyak digunakan dalam industri, termasuk sektor elektronik. Permintaan industri yang meningkat sering kali ikut mendorong kenaikan harganya.
Di sisi lain, Bitcoin dinilai mulai dipertimbangkan sebagai aset lindung nilai baru oleh sebagian investor, terutama karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tidak dikendalikan oleh otoritas moneter tertentu.
Likuiditas Tetap Penting Saat Krisis
Selain menyimpan aset bernilai, investor juga disarankan menjaga likuiditas atau ketersediaan dana tunai. Dana tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus memanfaatkan peluang investasi saat harga aset turun.
BACA JUGA:
Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari “Board of Peace” Trump - ibukotakini.com
Ketika pasar saham atau komoditas mengalami koreksi tajam, investor yang memiliki dana likuid biasanya memiliki ruang lebih besar untuk membeli aset yang dinilai undervalued atau berada di bawah nilai wajarnya.
Strategi Investasi Saat Ketidakpastian Global
Dalam konteks ketidakpastian global, investor legendaris Warren Buffett juga pernah menekankan pentingnya strategi investasi yang rasional.
Buffett mengingatkan agar investor tidak menyimpan terlalu banyak uang tunai dalam jangka panjang karena inflasi dapat menggerus nilai daya beli.
Ia juga menegaskan pentingnya menghindari keputusan panik ketika pasar turun. Menurutnya, penurunan harga saham sering kali dipicu sentimen jangka pendek, bukan perubahan fundamental perusahaan.
Selain itu, Buffett menyarankan investor tetap fokus pada aset produktif seperti saham perusahaan berkinerja baik yang mampu menghasilkan nilai dalam jangka panjang.
“Bisnis yang sehat akan tetap menciptakan keuntungan meskipun situasi global bergejolak,” kata Buffett dalam sejumlah pandangan investasinya. ***
