Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Saharuddin bersama jajaran direksi menjelaskan upaya mitigasi menghadapi dampak El Nino.
Balikpapan

Ancaman El Nino, Produksi Air Balikpapan Terpangkas 25 Persen Mulai Juni

  • Perumda Tirta Manuntung Lakukan Mitigasi
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM — Ancaman krisis air bersih mulai menghantui Kota Balikpapan.

Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memproyeksikan produksi air hanya mampu mencapai 75 persen dari kapasitas normal akibat dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengungkapkan penurunan produksi ini dipicu oleh berkurangnya pasokan air baku dari waduk utama, seperti Waduk Manggar dan Waduk Teritip. 

Bahkan, mulai Juni mendatang, pengambilan air di sejumlah waduk diperkirakan akan dikurangi hingga 25 persen.

BACA JUGA:

Ancaman El Nino, PTMB Siapkan Strategi Penyediaan Air di Balikpapan

“Inflownya turun signifikan. Curah hujan diperkirakan berkurang hingga 40 persen, sehingga air permukaan turun sampai 50 persen. Dampaknya, produksi air kita hanya bisa di angka 75 persen,” kata Yudi dalam Ekspose Strategis 2026: Skenario Pelayanan dan Mitigasi Anomali Cuaca - El Nino, Rabu (6/5/2026).

Kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan layanan kepada pelanggan. PTMB pun menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga distribusi air tetap berjalan.

Salah satu strategi utama adalah mencari sumber air baku alternatif. 

PTMB akan memanfaatkan sejumlah bendali (bendungan kecil) di Balikpapan dengan dukungan instalasi pengolahan air (IPA) mini atau mobile. 

BACA JUGA:

Balikpapan Incar Sumber Air Baru demi Tutup Defisit Pasokan

Air hasil produksi kemudian akan didistribusikan menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.

“Produksi dari IPA mini itu nanti kita kirim lewat mobil tangki. Armada juga sudah kita siapkan jauh lebih banyak dibanding tahun lalu,” ujarnya.

PTMB menyiapkan sedikitnya 30 hingga 40 unit mobil tangki untuk menghadapi kondisi ini. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 10 unit.

Selain itu, PTMB juga mengidentifikasi sejumlah wilayah rawan terdampak, terutama kawasan Balikpapan Utara dan Barat. 

BACA JUGA:

Strategi Balikpapan Hadapi El Nino, Air Baku Ditambah

Di wilayah tersebut, perusahaan akan menyiapkan tandon atau penampungan air bagi masyarakat.

Meski distribusi air melalui tangki dilakukan, pelanggan dipastikan tidak dikenakan biaya tambahan. 

Namun, PTMB harus menanggung lonjakan biaya operasional, terutama dari sisi bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, PTMB juga melakukan percepatan perbaikan jaringan pipa untuk meminimalkan kebocoran. Upaya ini dinilai krusial agar distribusi air tetap stabil saat produksi menurun.

BACA JUGA:

Apa Upaya Pemkot Balikpapan Antisipasi El Nino 2026

“Kita lakukan perbaikan pipa secara masif. Harapannya saat debit turun, tidak ada kebocoran sehingga air tetap stabil 24 jam,” kata Yudi.

PTMB berharap kondisi ini tidak berlarut hingga akhir tahun. 

Jika curah hujan kembali normal pada Oktober hingga Desember, maka pasokan air diperkirakan akan kembali aman.

Namun, jika El Nino berkepanjangan, risiko krisis air pada awal 2027 bisa semakin besar.

BACA JUGA:

PTMB Balikpapan Target Tambah 12.000 Sambungan Air

“Kalau sampai Desember belum pulih, kita khawatir stok air di awal 2027 akan terganggu,” ujarnya.

Meski demikian, PTMB optimistis Balikpapan masih memiliki peluang karena hujan diperkirakan tetap turun meski dalam intensitas rendah selama periode El Nino.***