Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Rita, mengatakan Anggaran PU Dipangkas, Banjir Balikpapan Tetap Ditangani
Balikpapan

Anggaran PU Dipangkas, Banjir Balikpapan Tetap Ditangani

  • DPU tetap melaksanakan penanggulangan di sejumlah lokasi yang selama ini kerap terdampak genangan antara lain D.I. Pandjaitan dan MT Haryono
Balikpapan
Yandri Rinaldi

Yandri Rinaldi

Author

IBUKOTAKINI.COM – Meski anggaran dipangkas akibat efisiensi di tahun 2026. Program kerja Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan tahun 2026 dalam penanggulangan banjir tetap berjalan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Rita menjelaskan, sebagian besar program DPU yang direncanakan pada 2026 merupakan turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) DPU.

“Program di PU sebagian besar dari RPJMD yang ada di Renja DPU sendiri, seperti program wali kota, pokir, hibah, dan rutin DPU,” ungkapnya saat dijumpai pada Senin, 23 Februari 2026. 

Salah satu fokus utama dalam rencana kerja tersebut adalah penanganan banjir yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kota Balikpapan. 

Rita menyebut, persoalan banjir tetap menjadi tantangan, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

DPU Balikpapan tidak dapat menuntaskan seluruh titik rawan banjir dalam satu tahun anggaran karena keterbatasan dana transfer ke daerah (TKD).

BACA JUGA:

Ditemukan Anak Tak Sekolah, Ini Solusi Pemkot Balikpapan - ibukotakini.com

“Penanganan banjir tetap ada, ada beberapa titik yang akan ditangani. Kita tidak bisa tuntaskan semua dikarenakan keterbatasan anggaran akibat TKD. Terus terang, anggaran PU dipotong Rp440 miliar, jadi hampir 60 persen dipangkas,” terang Rita.

Meski demikian, DPU tetap mengupayakan intervensi di sejumlah lokasi yang selama ini kerap terdampak genangan. Beberapa kawasan yang menjadi prioritas penanganan antara lain D.I. Pandjaitan dan MT Haryono.

“Beberapa titik, seperti D.I. Pandjaitan yang selama ini banjir, mungkin bisa kita lakukan penanganan. Kemudian MT Haryono juga melanjutkan pekerjaan yang ada, karena tetap harus terus dilanjutkan,” ujarnya.

Dengan keterbatasan anggaran tersebut, DPRD dan DPU sepakat mendorong penanganan banjir dilakukan secara bertahap dan terfokus pada titik-titik paling rawan.

“Di tengah keterbatasan anggaran, penanganan banjir dipastikan tetap jalan secara bertahan dan fokus,” imbuhnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)