Antisipasi Karhutla, OIKN Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca
Kabar Ibu Kota

Antisipasi Karhutla, OIKN Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca

  • OMC merupakan upaya berbasis sains dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi hujan
Kabar Ibu Kota
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Timur di tengah operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak El Nino, musim kering, kekeringan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan. 

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), BPBD, dan sejumlah instansi terkait terus melaksanakan OMC di kawasan IKN dan sekitarnya. 

Operasi tersebut berlangsung sejak Jumat (21/8/2026) hingga Senin (24/8/2026). 

Hingga Senin (24/8/2026) pukul 10.00 Wita, tercatat lima sortie penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 dari Markas Operasi Lanud Dhomber, Balikpapan. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/hotspot-kaltim-2026-tembus-9-861-titik-lampaui-era-el-nino-2015

Setiap sortie membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) untuk disebarkan pada awan yang dinilai memiliki potensi menghasilkan hujan. 

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, OMC dilakukan untuk menjaga ketersediaan air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya. 

Di mana ondisi musim kering yang dipengaruhi El Nino meningkatkan risiko kekeringan sehingga ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi. 

“Salah satu hal yang perlu kita antisipasi adalah ketersediaan air. Makanya kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya,” ucap Danis pada Senin, 24 Agustus 2026. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/804-titik-panas-terdeteksi-di-kaltim-berau-tertinggi

OMC merupakan upaya berbasis sains dan teknologi untuk mengoptimalkan potensi hujan melalui penyemaian awan atau cloud seeding. 

Pelaksanaannya dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer, termasuk pertumbuhan awan, arah angin, kecepatan angin, serta waktu penyemaian.

Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan/BMKG Djoko Sumardiono mengatakan keberhasilan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan potensial. 

Sebab, operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan tanpa adanya awan yang memenuhi kriteria untuk penyemaian. 

“Terkait cuaca terkini, di Kalimantan Timur sudah hampir dua pekan ini tidak turun hujan. Untuk operasi modifikasi cuaca kali ini, perkembangan awan untuk hari ini ada di perbatasan utara Kalimantan Timur itu sangat bagus dilakukan operasi ini,” kata Djoko, Jumat (21/8/2026). 

Dia menjelaskan, pelaksanaan OMC pada musim kemarau memiliki tantangan tersendiri karena jumlah awan potensial relatif terbatas. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/potensi-karhutla-kaltim-hampir-seluruh-wilayah-merah-hingga-24-agustus

Secara historis, tingkat keberhasilan OMC berada di sekitar 30 persen pada kondisi musim kemarau dengan pertumbuhan awan yang minim. 

Meski demikian, berdasarkan perkembangan hingga Senin (24/8/2026) pukul 10.00 Wita, hujan mulai terpantau di sejumlah wilayah. 

Data Pos Curah Hujan Long Lebusan di wilayah Hulu WS Mahakam mencatat hujan di Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu (22/8/2026) pukul 02.00–02.30 Wita dengan curah hujan sekitar 20 milimeter. 

Informasi hujan juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar Kutai Kartanegara. 

Dampak hujan juga mulai terlihat pada kondisi sumber air baku di kawasan IKN. 

Muka air pada intake Sungai Sepaku, salah satu sumber air baku untuk kebutuhan IKN, mengalami kenaikan. 

Elevasi muka air yang sebelumnya berada di +2,04 meter meningkat menjadi +2,05 meter pada pukul 08.20 Wita. 

Kenaikan tersebut mencapai sekitar 1 sentimeter dan diharapkan terus bertambah seiring adanya hujan di wilayah hulu. ***