Sopir truk berunjukrasa di depan kantor DPRD Balikpapan menuntut distribusi solar subsidi.
Balikpapan

Apa Tuntutan Sopir Truk Balikpapan yang Demo Hari Ini?

  • Sopir Menyampaikan 8 Tuntutan kepada Pemerintah
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM — Belasan sopir truk dari berbagai organisasi didukung aktivis mahasiswa menggelar aksi di Balikpapan, Senin, 4 Mei 2026.  

Mereka melakukan unjuk rasa di depan DPRD Balikpapan, menyusul antrian panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) solar bersubsidi.

Antrian solar di SPBU Kilo 13 dan Kilo 15 Balikpapan sudah terjadi bertahun--tahun. Mereka menilai hal itu bukan disebabkan masalah teknis distribusi, melainkan akibat lemahnya tata kelola energi. 

Dalam kajian aksi yang disampaikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama sopir se-Balikpapan pada 4 Mei 2026, disebutkan bahwa antrean solar terjadi setiap hari. 

“Sopir angkutan, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat umum harus menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk mendapatkan BBM jenis solar,” teriak orator.

Di SPBU Kilo 15, kuota solar tercatat mencapai 24 ton atau setara 24.000 liter per hari. Namun, besarnya kuota tersebut belum mampu mengurai antrean yang terus mengular hingga akhir waktu operasional.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya penyimpangan distribusi, termasuk praktik penimbunan solar. Akibatnya, kuota harian yang seharusnya mencukupi justru cepat habis, sehingga banyak kendaraan tidak kebagian BBM.

Situasi tersebut dinilai tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu ketegangan sosial dan konflik di lapangan. 

Selain itu, lemahnya pengawasan serta belum optimalnya peran aparat penegak hukum disebut memperparah kondisi.

“Antrian panjang menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan, serta buruknya manajemen distribusi,” demikian bunyi kajian aksi tersebut.

Jika tidak segera ditangani, kelangkaan solar diperkirakan akan berdampak pada kenaikan biaya logistik, terganggunya mobilitas, hingga melemahnya aktivitas ekonomi masyarakat di Balikpapan.

Armada truk diparkir di depan kantor DPRD Balikpapan, polisi melakukan pengalihan arus lalu lintas.

Delapan Tuntutan PMII dan Sopir Balikpapan

Dalam pernyataannya, PMII bersama sopir se-Balikpapan menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah dan aparat terkait, yakni:

1. Mendesak aparat penegak hukum memaksimalkan pengawasan distribusi solar serta menindak tegas praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi.

2. Mendesak pembukaan SPBU di beberapa titik untuk mengurai kepadatan di SPBU Kilo 13 dan Kilo 15.

3. Memprioritaskan kuota solar di SPBU terdekat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal agar distribusi lebih tepat sasaran.

4. Membuka kembali SPBU Kilo 9 khusus bus dan kendaraan tertentu guna mengurangi beban antrean.

5. Mendesak Polresta Balikpapan dan Polda Kaltim menuntaskan dugaan oknum penimbun solar, serta meminta pimpinan mundur jika tidak mampu.

6. Mendesak operasional SPBU 24 jam di titik strategis untuk mengurangi penumpukan antrean.

7. Mendesak BPH Migas mengevaluasi kuota BBM subsidi, khususnya solar di Balikpapan.

8. Mendesak Gubernur Kalimantan Timur menuntaskan persoalan distribusi energi di wilayah tersebut.

PMII dan sopir Balikpapan memberikan ultimatum kepada pihak terkait. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu 7x24 jam sejak pernyataan disampaikan, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar. ***