
APBD Kaltim 2025 Melesat, Pendapatan Dekati Target
- Pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp19,149 triliun dan terealisasi Rp17,735 triliun atau mencapai 92,61 persen
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Komitmen itu disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025.
Penyampaian LKPj tersebut dilakukan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, dalam Rapat Paripurna ke-7 DPRD Kaltim yang digelar pada Senin (30/3/2026).
Rapat berlangsung di Gedung Utama DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, dengan tiga agenda utama, yakni penyampaian LKPj Tahun 2025, pembentukan panitia khusus (pansus) DPRD untuk pembahasan, serta penyerahan Pokok-Pokok Pikiran DPRD sebagai bahan penyusunan RKPD Tahun 2027.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim.
Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, didampingi Wakil Ketua II Ananda Emira Moeis dan Wakil Ketua III Yenni Eviliana, serta Sekretaris DPRD Norhayati Usman. Sebanyak 35 anggota dewan hadir dalam rapat tersebut.
BACA JUGA:
RLPPD 2025 Dirilis, Ekonomi Kaltim Tumbuh Moncer - ibukotakini.com
Dalam pemaparannya, Gubernur Rudy mas'ud menjelaskan LKPj Tahun 2025 disusun berdasarkan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dengan berpedoman pada dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD 2025–2045, RPD 2024–2026, hingga RPJMD 2025–2029.
Secara regulasi, penyusunan LKPj mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2024. Dokumen ini juga memuat tindak lanjut atas rekomendasi DPRD Kaltim terhadap LKPj Tahun 2024.
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp19,149 triliun dan terealisasi Rp17,735 triliun atau mencapai 92,61 persen.
“Pendapatan tersebut bersumber dari tiga komponen utama, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah,” terang Gubernur.
BACA JUGA:
Gubernur Kaltim Ajak ASN Perkuat Silaturahmi Usai Lebaran - ibukotakini.com
Sementara itu, belanja daerah ditargetkan sebesar Rp21,696 triliun dengan realisasi Rp19,372 triliun atau 89,28 persen. Alokasi belanja difokuskan pada belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer.
Gubernur juga memaparkan capaian pembangunan daerah yang mencakup empat tujuan dan sebelas sasaran strategis sebagai bagian dari visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”.
Selain itu, program unggulan Pemprov Kaltim seperti Gratispol dan Jospol turut disampaikan. Kedua program tersebut memiliki target anggaran Rp3,584 triliun dengan realisasi Rp3,057 triliun. Capaian fisik mencapai 90,76 persen, sementara capaian keuangan sebesar 85,26 persen. ***
