
APINDO Investment Unit Buka Akses Investasi bagi Perusahaan Daerah
- Jawab Tantangan Rendahnya Realisasi Investasi
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPN APINDO), Shinta Widjaja Kamdani meluncurkan APINDO Investment Unit pada Rapet Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO ke 35 di Makassar, 4 Agustus 2026.
Kehadiran unit baru tersebut sebagai langkah strategis memperluas akses investasi bagi pelaku usaha nasional, termasuk perusahaan menengah di daerah.
Ketua DPP APINDO Kalimantan Timur, Abriantinus, menilai pembentukan APINDO Investment Unit akan memperkuat peran APINDO sebagai penghubung antara investor asing dan dunia usaha nasional, sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas bagi anggota APINDO di berbagai daerah.
"Ini merupakan terobosan yang sangat positif. APINDO mengambil peran sebagai jembatan yang mempertemukan investor dengan pelaku usaha nasional sehingga peluang investasi bisa semakin besar," ujarnya.
Jawab Tantangan Rendahnya Realisasi Investasi
APINDO Investment Unit dibentuk sebagai respons atas masih rendahnya realisasi investasi di Indonesia, meskipun berbagai perjanjian perdagangan dan kerja sama ekonomi telah berhasil menarik minat investor global.
Di sisi lain, banyak perusahaan nasional, khususnya skala menengah, masih menghadapi kendala memperoleh akses pendanaan, jaringan bisnis internasional, hingga mitra strategis untuk mengembangkan usaha.
Melalui jaringan APINDO yang tersebar di seluruh Indonesia serta hubungan dengan komunitas bisnis internasional, unit ini diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan investor dengan proyek-proyek potensial di dalam negeri.
Jadi Platform Business Matching Investor
APINDO Investment Unit akan berfungsi sebagai platform yang menghubungkan investor asing dengan pelaku usaha lokal melalui berbagai layanan, antara lain:
- Penyediaan informasi dan intelijen pasar.
- Promosi proyek-proyek investasi.
- Fasilitasi pertemuan investor dengan pemilik proyek.
- Business matching dan networking.
- Dialog antara investor, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Inisiatif tersebut juga bertujuan mempromosikan potensi investasi nasional, khususnya perusahaan lokal kelas menengah yang memiliki prospek berkembang dan layak memperoleh pendanaan.
Libatkan Pemerintah hingga Investor Global
Dalam penjelasannya, Shinta Kamdani menyebut ekosistem APINDO Investment Unit melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari anggota APINDO, pemerintah pusat dan daerah, investor asing, asosiasi bisnis internasional, hingga lembaga pembiayaan dan promosi investasi.
Sebagai tahap awal, APINDO menetapkan tiga daerah sebagai DPP Champion, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau. Ketiga wilayah tersebut dipilih berdasarkan potensi investasi, kesiapan proyek, serta dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan realisasi investasi.
Adapun sektor prioritas yang akan dikembangkan meliputi manufaktur, hilirisasi industri, agri-pangan, energi, kawasan industri, infrastruktur, hingga pariwisata.
Perkuat Database Investasi Daerah
Ke depan, APINDO Investment Unit akan memfokuskan program pada penguatan database investasi di daerah, identifikasi proyek-proyek siap investasi (investment-ready project), serta memperluas akses anggota APINDO terhadap investor dan lembaga pembiayaan internasional.
Selain itu, kegiatan business matching dengan delegasi pelaku usaha asing akan terus diperkuat agar peluang investasi dapat lebih cepat terealisasi.***
