Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) segera go digital.
Ekbis

Aset BPR dan BPRS Tembus Rp236,69 Triliun, OJK Dorong Perluasan Pembiayaan UMKM

  • Kredit dan Pembiayaan Mencapai Rp176 Triliun
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) mencatatkan kinerja positif pada triwulan I 2026. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset industri BPR dan BPRS tumbuh 3,70 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp236,69 triliun per Maret 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat. 

Kredit dan pembiayaan yang disalurkan BPR dan BPRS tercatat mencapai Rp176,96 triliun atau tumbuh 2,83 persen yoy. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 3,16 persen yoy menjadi Rp165,49 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan industri BPR dan BPRS masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika ekonomi dan persaingan industri keuangan.

BACA JUGA:

57 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah Dimerger Jadi 18 - ibukotakini.com

Sukses Gelar Fintech Lending Days 2025, AFPI Dorong Literasi dan Akses Pembiayaan di Indonesia Timur - ibukotakini.com

“Industri BPR dan BPRS terus memperkuat mitigasi risiko melalui penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik dalam penyaluran kredit, monitoring pasca pencairan secara intensif, serta pembentukan cadangan kerugian sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dian, Selasa (2/6/2026).

Dari sisi permodalan, industri BPR dan BPRS juga berada dalam kondisi yang sehat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) agregat tercatat sebesar 27,20 persen, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. 

Kondisi ini dinilai mampu menjadi bantalan yang kuat dalam menghadapi berbagai risiko usaha.

OJK menilai peran BPR dan BPRS semakin strategis dalam memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan masyarakat di daerah. Secara geografis dan kultural, kedua lembaga keuangan tersebut memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga lebih efektif menjangkau segmen usaha mikro dan kecil.

BACA JUGA:

Bingung Beli Emas Saat Harga Naik atau Turun? Ini Strategi yang Disarankan - ibukotakini.com

Tagihan Listrik Aman, Aktivitas Lancar dengan PLN Mobile di Awal Bulan - ibukotakini.com

Hal itu sejalan dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang menempatkan BPR dan BPRS sebagai lembaga keuangan yang fokus melayani usaha mikro dan kecil (UMK) serta masyarakat di wilayah operasionalnya.

Pada Maret 2026, porsi kredit dan pembiayaan UMKM yang disalurkan BPR dan BPRS mencapai 50,07 persen dari total kredit dan pembiayaan. 

OJK menilai capaian tersebut masih berpotensi ditingkatkan melalui kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan lain serta keterlibatan aktif dalam berbagai program percepatan akses keuangan daerah.

Beberapa program yang didorong antara lain Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) dan Kredit/Pembiayaan Sektor Pertanian (K/PSP) yang dijalankan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

BACA JUGA:

IHSG Merah dan Rupiah Terpuruk, Ini Strategi Trading IPOT - ibukotakini.com

Pemilik Konsesi Tambang di Paser Buka Suara soal PP Ekspor SDA - ibukotakini.com

Ke depan, OJK akan terus memperkuat ketahanan industri BPR dan BPRS melalui kebijakan pemenuhan modal inti minimum dan konsolidasi industri. 

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing BPR dan BPRS sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pembiayaan UMKM.