IHSG ditutup melemah 0,12 persen ke 6.678,201 pada 9 September 2026.
Ekbis

Asing Jual Saham Rp438,5 Miliar, IHSG Gagal Bertahan di 6.700

  • Enam Sektor Tertekan
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Investor asing kembali melepas saham Indonesia dalam jumlah besar. Berdasarkan data IDX Daily Statistics, investor asing mencatat net sell Rp438,52 miliar pada perdagangan Rabu (9/9/2026).

Tekanan jual asing tersebut terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 8,241 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,201.

IHSG sebenarnya sempat menguat dan menyentuh level tertinggi 6.707,305. Namun, tekanan jual membuat indeks berbalik arah dan mengakhiri perdagangan di bawah level psikologis 6.700. Level terendah IHSG sepanjang perdagangan berada di 6.642,153.

Data BEI menunjukkan nilai transaksi saham mencapai Rp16,135 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 32,53 miliar saham dan frekuensi transaksi 2,147 juta kali.

BACA JUGA:

Kontrak Baru ADHI Lompat118 Persen Jadi Rp8,3 Triliun, Tapi Pendapatan Turun - ibukotakini.com

Asing Sudah Net Sell Rp68,77 Triliun

Tekanan investor asing juga terlihat dari posisi transaksi berjalan sepanjang tahun.

Hingga perdagangan Rabu, akumulasi transaksi asing secara year to date (YTD) tercatat net sell Rp68,77 triliun. Jika dikonversi dalam dolar AS, posisi tersebut setara dengan sekitar US$3,92 miliar.

Khusus perdagangan hari ini, net sell asing mencapai sekitar US$24,98 juta.

Besarnya aksi jual asing menjadi perhatian karena terjadi ketika IHSG masih berada di area 6.600-an. Data tersebut menunjukkan investor asing masih cenderung berhati-hati terhadap pasar saham Indonesia.

BACA JUGA:

Kredit BCA Tembus Rp1.036 Triliun, Laba Bersih Rp29,5 Triliun! - ibukotakini.com

Secara fundamental, rasio market price to earnings (PER) IHSG tercatat 13,33 kali, sedangkan price to book value (PBV) berada di level 1,77 kali.

Enam Sektor Tertekan

Pelemahan IHSG juga tercermin dari pergerakan mayoritas indeks sektoral. Dari 11 sektor, enam sektor berakhir di zona merah.

Sektor kesehatan menjadi pemberat terbesar dengan penurunan 1,33 persen. Berikutnya sektor barang konsumen siklikal terkoreksi 1,23 persen, sedangkan sektor teknologi turun 0,96 persen.

Sektor keuangan juga melemah 0,57 persen, properti turun 0,85 persen, dan barang konsumen primer terkoreksi 0,39 persen.

BACA JUGA:

BTN Rombak 5 Direksi Sekaligus! Ada 5 Nama Baru, Investor Wajib Tahu - ibukotakini.com

Di sisi lain, beberapa sektor mampu menjadi penahan laju koreksi IHSG. Sektor transportasi melonjak 2,41 persen, disusul perindustrian yang naik 0,95 persen dan barang baku menguat 0,85 persen.

Sektor energi juga mencatat kenaikan 0,77 persen, sementara infrastruktur tumbuh 0,42 persen.

Koreksi IHSG pada perdagangan Rabu sejalan dengan tekanan di bursa Asia. Kenaikan harga minyak mentah global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi salah satu sentimen yang membebani pasar karena meningkatkan kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga. (Media Indonesia)

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatat penguatan signifikan. Di kelompok LQ45, PT Indika Energy Tbk (INDY) melonjak 11,03 persen, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 5,96 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 5,14 persen. 

BACA JUGA:

Bakrie Akuisisi Loyal Metals Australia Senilai Rp1 Triliun - ibukotakini.com

Sebaliknya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi salah satu saham LQ45 yang paling tertekan dengan penurunan 2,56 persen, diikuti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun 2,51 persen dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang terkoreksi 2,40 persen. 

Data Kunci IHSG 9 September 2026

IndikatorData
IHSG6.678,201
Perubahan-8,241 poin (-0,12%)
Tertinggi6.707,305
Terendah6.642,153
Volume32,53 miliar saham
Nilai transaksiRp16,135 triliun
Frekuensi2,147 juta transaksi
Net sell asing hari iniRp438,52 miliar
Net sell asing YTDRp68,77 triliun
PER IHSG13,33 kali
PBV IHSG1,77 kali