ASSA (PT Adi Sarana Armada Tbk) bersiap masuk bisnis IoT dan software logistik melalui Transportation Management System (TMS).
Ekbis

ASSA Siap Masuk Bisnis IoT dan Software Logistik

  • Bidik Pendapatan Berulang dari TMS
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Emiten transportasi dan logistik, PT Adi Sarana Armada Tbk, berencana memperluas lini usahanya ke sektor teknologi dengan mengembangkan bisnis Transportation Management System (TMS) terintegrasi yang didukung teknologi Internet of Things (IoT).

Langkah strategis tersebut dilakukan penghuni bursa berkode ASSA melalui penambahan sejumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang mencakup aktivitas pemrograman komputer, penerbitan perangkat lunak, konsultasi dan perancangan IoT, hingga jasa sistem komunikasi data.

Corporate Secretary ASSA, Jerry Fandy Tunjungan, menjelaskan, perseroan selama ini dikenal sebagai penyedia jasa penyewaan kendaraan roda dua dan roda empat, layanan logistik, pengiriman barang, serta pengelolaan gudang. 

Namun, perubahan kebutuhan industri mendorong perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis berbasis teknologi.

“Dengan memasukkan kegiatan usaha penyediaan dan pengoperasian Transportation Management System (TMS), Perseroan dapat mengintegrasikan layanan logistik secara lebih menyeluruh serta membantu pelanggan mengelola pengiriman barang secara lebih efisien,” jelas manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat 12 Juni 2026.

ASSA Tangkap Peluang Digitalisasi Industri Logistik

ASSA menilai industri transportasi dan logistik nasional tengah mengalami transformasi besar seiring meningkatnya kompleksitas rantai pasok, pertumbuhan e-commerce, serta tuntutan efisiensi biaya dan transparansi operasional.

Perseroan melihat tantangan industri kini tidak lagi sekadar menyediakan armada dan infrastruktur fisik, tetapi juga kemampuan mengelola data dan informasi operasional secara terintegrasi.

Melalui pengembangan TMS Integrated Solution, ASSA akan menawarkan platform yang mampu mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga penyelesaian administrasi transportasi dalam satu sistem.

Layanan tersebut akan didukung oleh skema Business Process Outsourcing (BPO), yang mencakup pengelolaan pesanan, pengaturan pengiriman (dispatching), pemantauan operasional, penagihan (billing), hingga proses penyelesaian transaksi (settlement).

Selain itu, ASSA juga mengembangkan layanan Control Tower sebagai pusat kendali operasional yang berfungsi memantau pengiriman secara real time, mengendalikan tingkat layanan (service level agreement atau SLA), serta menangani insiden operasional secara proaktif.

IoT Jadi Senjata Baru ASSA

Untuk meningkatkan visibilitas operasional, sistem TMS ASSA akan terintegrasi dengan teknologi IoT.

Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data lapangan secara langsung, mulai dari posisi kendaraan berbasis GPS, suhu dan kelembapan untuk pengiriman cold chain, perilaku pengemudi, hingga data telematika kendaraan.

Data tersebut akan digunakan untuk mendukung pelacakan pengiriman, pengukuran kepatuhan layanan, perhitungan estimasi waktu tiba (estimated time of arrival atau ETA), hingga analisis kinerja operasional berbasis data.

Strategi ini dinilai dapat memperkuat posisi ASSA sebagai penyedia solusi logistik berbasis teknologi, sekaligus membuka peluang pasar baru di luar bisnis inti penyewaan kendaraan.

TMS ASSA Siap Meluncur Agustus 2026

Saat ini, sistem TMS milik ASSA masih berada dalam tahap uji coba internal. Perseroan telah menyiapkan sejumlah modul utama yang mencakup:

  • Master Data Management
  • Order Management
  • Shipment Management
  • Monitoring
  • Customer Billing
  • Freight Settlement
  • Dashboard & Report

Ke depan, ASSA juga akan menambahkan modul Driver Management System, Control Tower, dan Bulk Shipment Planning.

Perseroan menargetkan peluncuran komersial (commercial launch) TMS pada Agustus 2026.

TMS tersebut tidak hanya akan digunakan sebagai sistem inti untuk mendukung operasional internal ASSA, tetapi juga dipasarkan kepada pelanggan eksternal dari berbagai sektor industri.

Investasi Rp5,12 Miliar, Seluruhnya dari Dana Internal

Untuk merealisasikan ekspansi ke bisnis teknologi dan IoT tersebut, ASSA menyiapkan investasi awal sebesar Rp5,12 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan perangkat kantor, pengembangan perangkat lunak, perizinan, serta modal kerja awal. Seluruh pembiayaan berasal dari kas internal perseroan tanpa tambahan pendanaan eksternal.

Masuknya ASSA ke bisnis software logistik dan IoT diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan berulang (recurring income) yang lebih stabil, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas basis pelanggan jangka panjang.

Studi Kelayakan Nyatakan Proyek Layak

Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut telah dikaji oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ruky, Safrudin & Rekan (RSR).

Berdasarkan analisis kelayakan pasar, teknis, model bisnis, manajemen, hingga aspek keuangan, penilai independen menyimpulkan bahwa rencana ekspansi ASSA ke bisnis TMS dan IoT layak untuk dijalankan, dengan asumsi seluruh parameter yang telah ditetapkan dapat terpenuhi.

Dengan langkah ini, ASSA berupaya bertransformasi dari perusahaan transportasi dan logistik konvensional menjadi penyedia solusi logistik digital yang terintegrasi, sejalan dengan tren digitalisasi rantai pasok di Indonesia.***