Astra Pacu Rammang-Rammang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan
Tren

Astra Pacu Rammang-Rammang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

  • Desa wisata berbasis konservasi justru dapat menjadi jalan baru bagi masyarakat untuk berkembang di tengah perubahan
Tren
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Tebing-tebing karst yang menjulang di Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tak lagi hanya menjadi lanskap sunyi yang terisolasi. Kawasan yang kini berstatus "UNESCO Global Geopark" itu perlahan tumbuh sebagai desa wisata berkelanjutan, seiring meningkatnya kesadaran warga menjaga alam sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Perubahan itu berlangsung bertahap, berbasis masyarakat. Melalui program "Kampung Berseri Astra", warga Rammang-Rammang didampingi untuk memanfaatkan potensi alam tanpa merusaknya. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, melainkan pelaku utama pembangunan desa wisata.

Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, mengatakan pengembangan desa dilakukan selaras dengan kontribusi sosial berkelanjutan perusahaan. Empat pilar utama kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan menjadi fondasi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa untuk jangka panjang.

Salah satu sosok kunci perubahan di Rammang-Rammang adalah Zainal Abidin, tokoh penggerak kampung sekaligus putra daerah pertama yang menempuh pendidikan hingga jenjang doktor. "Warga melihat bentang alam karst bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga peluang hidup berkelanjutan," ungkapnya pada Senin, 22 Desember 2025.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/peringati-hari-ibu-ahass-beri-diskon-spesial

Ia menyebut, berawal dari promosi sederhana melalui media sosial, Rammang-Rammang mulai dikenal wisatawan. Seiring meningkatnya kunjungan, warga membentuk ekosistem wisata yang tetap berpijak pada prinsip pelestarian. 

"Salah satunya dengan memproduksi pupuk organik dari kotoran kelelawar di kawasan karst, yang sekaligus menjadi usaha berbasis potensi lokal," tukasnya.

Dampaknya mulai terasa secara ekonomi. Jika sebelumnya pendapatan kawasan wisata berkisar Rp12 juta per bulan, kini meningkat hingga sekitar Rp32 juta per bulan, didorong oleh bertambahnya wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pendampingan juga menyentuh sektor kesehatan. Lanjut Djony, warga kini memiliki akses layanan yang lebih terpantau melalui Kartu Masyarakat Sehat Berseri Astra, termasuk pemeriksaan rutin dan layanan kesehatan keliling menggunakan perahu jolloro untuk menjangkau permukiman perairan.

Selain itu, kesiapsiagaan bencana diperkuat lewat Program Kampung Aman Tangguh. Warga dibekali pengetahuan mitigasi bencana, mulai dari kesiapan menghadapi banjir hingga prosedur evakuasi yang aman.

Transformasi Rammang-Rammang menunjukkan bahwa pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan bukanlah dua hal yang saling meniadakan. 

"Dengan kolaborasi, desa wisata berbasis konservasi justru dapat menjadi jalan baru bagi masyarakat untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan," pungkasnya. ***