
Asuransi Tak Lagi Mewah, IFG Hadirkan Perlindungan Terjangkau
- Bangun Budaya Proteksi, IFG Jadikan Asuransi Kebutuhan Dasar
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Di tengah tantangan rendahnya literasi keuangan dan kesenjangan inklusi, Indonesia Financial Group (IFG) tampil sebagai motor perubahan. Melalui strategi terintegrasi berbasis edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi lintas sektor, holding BUMN ini bertekad menjadikan asuransi bukan sekadar produk keuangan, tetapi gaya hidup aman bagi masyarakat Indonesia.
“Kepercayaan publik terhadap asuransi harus dibangun kembali. Literasi adalah fondasinya,” ungkap Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG, baru-baru ini.
Strategi IFG berfokus pada tiga pilar utama yang saling memperkuat: edukasi yang memberdayakan, inovasi produk yang mudah diakses, dan kolaborasi berkelanjutan.
Melalui pilar edukasi, IFG aktif turun langsung ke masyarakat, menyasar keluarga muda, pelaku UMKM, hingga generasi muda di sektor strategis. Pendekatannya bukan teori belaka, melainkan simulasi praktis seperti cara asuransi melindungi warung dari kebakaran, atau manfaat santunan untuk keluarga saat terjadi risiko meninggal dunia.
Inovasi produk juga menjadi kunci utama. IFG menghadirkan produk-produk “sachet” dengan premi terjangkau. Contohnya, LifeSAVER dari IFG Life yang memberikan perlindungan kecelakaan dengan premi mulai Rp 25.000 per bulan. Ada juga Third Party Liability (TPL) dari Jasa Raharja Putera, yang melindungi pemilik kendaraan dari risiko finansial akibat kerusakan harta benda atau cedera pihak ketiga.
Denny mengatakan dari sisi kolaborasi IFG menjalin kerja sama dengan regulator, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat.
“Kolaborasi adalah amplifier kami. Kami tidak bisa memperluas inklusi sendirian,” ucap Denny.
BACA JUGA:
Tak Semua Dapat Perlindungan, Pemkot Balikpapan Lindungi Pekerja Rentan - ibukotakini.com
Menurutnya, teknologi adalah jembatan penghubung untuk mengatasi hambatan akses asuransi, terutama bagi masyarakat yang belum terlayani (uninsured). Melalui aplikasi One by IFG, perusahaan menghadirkan “super app” keuangan inklusif yang mengintegrasikan layanan asuransi jiwa, asuransi umum, investasi, dan konsultasi kesehatan digital.
Aplikasi ini memungkinkan nelayan di pesisir atau pekerja lepas di kota besar untuk membeli asuransi jiwa atau kecelakaan diri tanpa harus datang ke kantor cabang.
“Proses klaim digital cukup dengan mengunggah dokumen foto, dan bahkan tersedia telemedicine bagi nasabah,” ujarnya.
Digitalisasi ini bukan hanya transformasi teknologi, tetapi upaya humanisasi layanan, yang menjadikan pengalaman berasuransi lebih personal, sederhana, dan mudah diakses kapan saja.
Produk Inovatif untuk Perlindungan Jangka Panjang
IFG dan anggota holding-nya juga mengembangkan produk-produk inovatif yang menjawab kebutuhan proteksi jangka panjang masyarakat. Antara lain IFG Life Protection Platinum, asuransi jiwa PAYDI dengan fleksibilitas tinggi, serta Life Cover yang terkenal karena kemudahan dan premi terjangkau.
Tidak hanya di bidang asuransi jiwa, IFG juga berinovasi dalam program keselamatan jalan melalui Jasa Raharja Road Safety Innovation dan komunitas Road Safety Ranger Z yang digerakkan anak muda. Program ini menggabungkan edukasi keselamatan berkendara dengan kampanye kreatif dan aksi nyata di lapangan.
Semua inovasi tersebut, Denny menyebut, berakar dari misi utama IFG yang memastikan masyarakat terlindungi secara finansial, sambil mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA:
Sebagai lembaga riset internal IFG, IFG Progress memainkan peran strategis dalam menghasilkan data dan analisis untuk mendukung kebijakan inklusi asuransi nasional. Lembaga ini secara rutin melakukan riset literasi, mengevaluasi kesenjangan akses, dan memberikan rekomendasi kebijakan bagi regulator maupun industri.
“IFG Progress adalah mata dan telinga kami,” ujar Denny.
Ia memaparkan dari hasil risetnya membantu IFG mengidentifikasi tantangan penetrasi asuransi yang masih rendah dan peluang memperluas kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Riset berbasis data ini memastikan setiap langkah strategis IFG tepat sasaran dan berdampak nyata bagi peningkatan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia.
Menariknya, IFG tidak melihat misi sosial dan keberlanjutan bisnis sebagai dua hal yang bertentangan.
“Keduanya dua sisi dari satu koin,” jelas Denny.
Manfaat asuransi sangat vital sebagai instrumen perlindungan keuangan jangka panjang. Salah satunya perlindungan dari risiko tak terduga, menjaga stabilitas ekonomi keluarga dan mendorong perencanaan keuangan jangka panjang.
IFG berkomitmen menjadikan asuransi bagian dari “gaya hidup aman” masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan digital, inovasi produk terjangkau, dan riset berbasis data, IFG ingin menghapus persepsi bahwa asuransi hanya untuk kalangan menengah atas.
“Premi tidak ditentukan oleh status ekonomi, melainkan oleh jenis risiko dan manfaat perlindungan. Asuransi adalah kebutuhan dasar, bukan lagi pilihan,” tutup Denny. (fey)
