
ASUS ExpertBook Ultra Ungguli Laptop Flagship Kompetitor
- Hadir Laptop Tipis dengan AI 50 TOPS
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA) hadir sebagai laptop bisnis flagship dengan sejumlah keunggulan teknis.
Lapop ini diklaim mampu mengungguli empat laptop premium kompetitor, terutama dari sisi layar, touchpad, baterai, grafis, serta kemampuan kecerdasan buatan (AI).
ASUS membandingkan ExpertBook Ultra dengan Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, dan Apple MacBook Air M4 13 inci.
Dalam perbandingan tersebut, ASUS ExpertBook Ultra menawarkan layar Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan hingga 1.400 nits HDR peak, touchpad Edge-to-Edge Glass Haptic seluas 110 cm² dengan enam sensor, serta baterai 70 Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam.
Laptop ini juga dibekali kemampuan AI melalui prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru dengan Neural Processing Unit (NPU) berkemampuan hingga 50 TOPS.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/pemkab-ppu-terapkan-mini-kompetisi-e-katalog-pekerjaan-konstruksi
Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan, ASUS ExpertBook Ultra dirancang sebagai salah satu fondasi era baru Copilot+ PC.
“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” ungkap Eric pada Kamis, 3 September 2026.
Menurut dia, sejumlah laptop flagship kompetitor yang beredar di Indonesia masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan performa AI NPU hingga 48 TOPS.

ASUS ExpertBook Ultra Andalkan AI On-Device
Kemampuan AI menjadi salah satu fitur utama ASUS ExpertBook Ultra. ASUS membekali laptop ini dengan ASUS AI ExpertMeet untuk mendukung transkripsi, penerjemahan bahasa, serta optimasi kamera web secara langsung melalui NPU.
Pemrosesan tersebut berlangsung di dalam perangkat sehingga prosesor utama dapat bekerja lebih efisien dan konsumsi daya baterai dapat ditekan.
ASUS juga menyediakan Zenni Claw yang memungkinkan penggunaan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan berbagai tools dengan Anthropic, OpenAI, dan Google Gemini.
Dengan RAM LPDDR5x hingga 64 GB, ASUS menyebut sejumlah large language model (LLM), termasuk Gemma dengan 4 miliar parameter dan Qwen 3 dengan 18 miliar parameter, dapat dijalankan tanpa koneksi internet.
Kemampuan tersebut membuat laptop bisnis ini tidak hanya ditujukan untuk pekerjaan kantor konvensional, tetapi juga kebutuhan AI generatif dan pemrosesan data secara lokal.
Salah satu pembeda utama ASUS ExpertBook Ultra terletak pada sektor layar.
Varian Tandem OLED berukuran 14 inci tersebut memiliki resolusi 3K atau 2.880 x 1.800 piksel, refresh rate hingga 120Hz, serta tingkat kecerahan mencapai 1.400 nits HDR peak dan 600 nits SDR.
Panel ini juga menawarkan 100 persen DCI-P3, Delta-E kurang dari 1, serta sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000.
ASUS memiliki struktur dua lapis Tandem OLED dapat meningkatkan kecerahan sekaligus mengurangi konsumsi daya.
Teknologi tersebut juga diklaim dapat menekan risiko burn-in dibandingkan panel OLED konvensional.
Keunggulan layar tersebut terutama ditujukan bagi profesional dengan mobilitas tinggi yang kerap bekerja di luar ruangan.
Bobot Mulai 0,99 Kg dan Baterai 26 Jam
Dari sisi mobilitas, ASUS ExpertBook Ultra memiliki dimensi 31,09 x 21,28 x 1,09 cm.
Varian dengan layar POLED memiliki bobot 0,99 kg, sedangkan versi Tandem OLED berbobot 1,09 kg.
Untuk sumber daya, laptop ini membawa baterai 70 Wh 4-cell Li-Polymer. ASUS mengklaim daya tahan baterainya mencapai 26 jam dengan kemampuan pengisian hingga 50 persen dalam waktu 30 menit.
Kombinasi bobot ringan dan baterai berkapasitas besar tersebut dirancang untuk mendukung pengguna yang sering berpindah lokasi, termasuk eksekutif dan profesional.
ASUS ExpertBook Ultra juga mengandalkan integrated GPU Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores.
Dalam pengujian yang disebut ASUS menggunakan 3DMark Time Spy, GPU terintegrasi tersebut diklaim mampu mengungguli GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W hingga sekitar 35 persen.
Kemampuan grafis tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan profesional, mulai dari pengeditan video 4K, visualisasi data 3D, hingga akselerasi grafis berbasis AI secara on-device.
Laptop ini juga menyediakan RAM hingga 64 GB LPDDR5x dengan kecepatan 9.600 MT/s dan penyimpanan SSD M.2 PCIe Gen 5.0 x4 NVMe hingga 2 TB.
ASUS menyebut SSD tersebut mampu mencapai kecepatan lebih dari 14.000 MB/s.
Selain performa, ASUS menempatkan keamanan data sebagai salah satu aspek penting ExpertBook Ultra.
Laptop ini dilengkapi ASUS ExpertGuardian dengan dukungan ASUS Security Processor, Dual Self-healing BIOS ROM, Discrete TPM 2.0, Microsoft Pluton, Match-on-Chip Fingerprint, Windows Hello IR, physical webcam shield, serta chassis intrusion alert.
ASUS ExpertBook Ultra memenuhi standar keamanan NIST SP 800-193.
Dari sisi fisik, perangkat menggunakan material CNC AZ31B Magnesium-Aluminum dengan ASUS Nano Ceramic Technology.
Sasisnya memenuhi standar militer MIL-STD-810H melalui 24 prosedur pengujian.
Laptop tersebut juga diklaim mampu menahan tekanan hingga 100 kg dalam pengujian yang dilakukan ASUS.
ASUS ExpertBook Ultra B9406CAA hadir dengan pilihan prosesor hingga Intel Core Ultra X9-388H, RAM hingga 64 GB LPDDR5x, dan SSD hingga 2 TB PCIe Gen 5.
Untuk konektivitas, perangkat menyediakan dua port Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1, serta jack audio 3,5 mm.
Konektivitas nirkabelnya menggunakan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.
Perangkat juga dibekali sistem audio enam speaker dengan Dolby Atmos serta mikrofon Noise-Canceling AI berbasis VoicePrint.
Dengan kombinasi performa AI, layar Tandem OLED, baterai besar, desain ringan, grafis terintegrasi, dan fitur keamanan enterprise, ASUS memosisikan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship untuk kebutuhan profesional dan perusahaan di era AI on-device. ***
