Awas Stunting dan Anemia, Dinkes Kaltim Gencarkan Minum Obat Cacing dan PHBS
Samarinda

Awas Stunting dan Anemia, Dinkes Kaltim Gencarkan Minum Obat Cacing dan PHBS

  • Dinkes Kaltim cegah kecacingan pada anak sekolah lewat minum obat cacing dan PHBS
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memperkuat benteng pencegahan infeksi kecacingan pada anak. 

Langkah ini diambil karena infeksi cacing masih menjadi ancaman serius yang mengintai kesehatan anak usia sekolah dan balita di Benua Etam.

Penyakit ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Infeksi cacing yang dibiarkan bisa mengganggu penyerapan nutrisi, memicu anemia, hingga menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyatakan pentingnya intervensi sejak dini, terutama di lingkungan sekolah. Pasalnya, cacingan berdampak langsung pada kualitas generasi muda Kaltim.

"Fokus kita terutama pada anak sekolah. Jika masih banyak anak yang kecacingan, potensi anemia akan semakin besar. Kondisi ini juga berkontribusi pada risiko stunting dan menurunkan prestasi belajar anak," terang Andi Muhammad Ishak saat Rapat Koordinasi Program NTDs Filariasis Kecacingan Tingkat Provinsi Kaltim pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia menambahkan, tingginya angka kecacingan menjadi cermin utama bahwa kebersihan lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat masih perlu dibenahi bersama.

BACA JUGA:

Warga Kaltim Masih Antre Panjang di SPBU, Rudy Mas'ud Colek Bahlil - ibukotakini.com

“Untuk memutus rantai penularan, pemberian obat cacing berkala harus diimbangi dengan kebiasaan hidup bersih sehari-hari,” imbuhnya

Beberapa langkah sederhana yang wajib dibiasakan pada anak antara lain:

  • Rutin cuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas.
  • Menjaga kebersihan diri, seperti memotong kuku yang kotor.
  • Selalu memakai alas kaki saat bermain atau beraktivitas di luar rumah.

Peran Sekolah dan Orang Tua Sangat Kunci

Pencegahan kecacingan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Orang tua memegang peranan utama di rumah untuk membiasakan anak hidup bersih, sementara pihak sekolah bertugas memastikan fasilitas sanitasi dan toilet sekolah selalu higienis.

“Dengan sinergi antara Dinkes, puskesmas, sekolah, dan orang tua, risiko penularan kecacingan diharapkan bisa ditekan semaksimal mungkin,” tutupnya. ***