Balikpapan Bangun Budaya Membaca dari Program Alibaba
Balikpapan

Balikpapan Bangun Budaya Membaca dari Program Alibaba

  • Balikpapan Bangun Budaya Membaca dari Program Alibaba
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi jangka panjang menghadapi peran kota ini sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, pemerintah kini mengakselerasi budaya literasi melalui berbagai program yang menyasar anak hingga keluarga.

Salah satu program unggulan yang terus dikembangkan adalah Alibaba (Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan). Program ini dirancang untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan melalui layanan perpustakaan konvensional maupun digital.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan pembangunan literasi tidak cukup hanya menghadirkan gedung perpustakaan. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat dapat mengakses bahan bacaan dengan mudah sesuai perkembangan teknologi.

"Masyarakat memiliki dua pilihan akses literasi, yaitu secara konvensional melalui perpustakaan dan secara digital melalui layanan yang kami sediakan," ungkap Neny pada Senin, 3 Agustus 2026. 

BACA JUGA:

Pemkot Balikpapan Ajak Warga Semarakkan HUT RI - ibukotakini.com

Selain Perpustakaan Daerah Kota Balikpapan, masyarakat juga dapat mengakses koleksi bacaan melalui perpustakaan sekolah, tujuh perpustakaan khusus di lingkungan instansi pemerintah, hingga perpustakaan yang berada di sejumlah masjid.

Di sisi digital, Pemkot Balikpapan mengembangkan aplikasi iBalikpapan serta menyiapkan pojok baca digital yang akan ditempatkan di sejumlah ruang publik, seperti Taman Tiga Generasi dan Taman Bekapai.

“Langkah tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus menyesuaikan pola membaca generasi digital yang semakin mengandalkan perangkat elektronik,” ujarnya. 

Neny menambahkan tahun 2026 penguatan literasi difokuskan pada lingkungan keluarga dengan sasaran anak usia 0 hingga 18 tahun.

“Pendekatan yang dilakukan disesuaikan dengan karakter setiap jenjang pendidikan agar proses belajar menjadi lebih efektif,” tukasnya.

Untuk siswa sekolah dasar, pemerintah menghadirkan program dongeng keliling sebagai media memperkenalkan buku secara menyenangkan.

BACA JUGA:

Ingin Anak Santun? Psikolog Puji Astuti Bagikan Kunci Pengasuhan Efektif - ibukotakini.com

Lanjutnya, bagi pelajar SMA pendekatan dilakukan melalui literasi musik, sehingga pesan-pesan literasi lebih mudah diterima oleh generasi muda.

"Untuk saat ini kami menyasar siswa sekolah dasar melalui program dongeng keliling. Selanjutnya akan dilanjutkan kepada siswa SMA melalui kegiatan literasi musik. Setiap segmen pendidikan memiliki pendekatan yang berbeda dalam memberikan edukasi literasi," imbuh Neny.

Literasi Jadi Investasi SDM Jangka Panjang

Neny menegaskan, pengembangan literasi di Balikpapan tidak semata-mata mengejar peningkatan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) maupun Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Lebih dari itu, pemerintah ingin membangun budaya membaca yang tumbuh secara alami dari lingkungan keluarga hingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bunda Literasi Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas SDM di tengah pesatnya pembangunan kawasan IKN.

"Melalui berbagai kegiatan ini kami ingin mengenalkan literasi kepada masyarakat sejak usia dini sehingga budaya membaca tumbuh secara alami di lingkungan keluarga dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," pungkasnya. ***