Balikpapan City Trans Masuk Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang
Balikpapan

Balikpapan City Trans Masuk Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang

  • Layanan angkutan perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra) terus diperlua untuk memudahkan mobilitas masyarakat
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Layanan angkutan perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra) terus memperluas jangkauan untuk memudahkan mobilitas masyarakat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Terbaru, Pemerintah Kota Balikpapan menghadirkan zona pick up dan drop off Bacitra di dalam kawasan Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang. 

Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat konektivitas transportasi umum dengan pusat ekonomi sekaligus simpul transportasi di Balikpapan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, mengatakan pengembangan transportasi massal perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai pusat aktivitas.

Transportasi umum tidak hanya berfungsi sebagai sarana perpindahan masyarakat dari satu titik ke titik lainnya. Lebih dari itu, angkutan massal harus mampu menghubungkan warga dengan pusat pendidikan, kegiatan sosial, ekonomi, budaya, hingga kawasan pelabuhan dan bandara.

BACA JUGA:

Dinkes Kaltim Catat Kasus ISPA Naik 20 Persen, Balikpapan Terbanyak - ibukotakini.com

“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, juga sudah berkomitmen untuk pengelolaan transportasi massal perkotaan, BTS maupun trans moda,” ungkap Aan seusai peluncuran zona pick up dan drop off Bacitra di Plaza Balikpapan, Kamis (27/8/2026).

Aan mengatakan, pengembangan jaringan transportasi massal di Balikpapan akan terus diarahkan agar memiliki jangkauan yang lebih luas.

Penambahan koridor dan halte menjadi bagian dari strategi memperkuat akses masyarakat terhadap transportasi umum.

“Tentu ke depan ini akan terus dikembangkan sehingga masyarakat bisa mengakses ke semua sentra-sentra pendidikan, sosial, ekonomi, budaya. Sehingga ini tidak ada lagi hambatan masyarakat untuk mengakses dengan ketersediaan angkutan transportasi massal ini,” katanya.

Selain memperluas jaringan layanan, pemerintah juga didorong mengembangkan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD).

Konsep tersebut dinilai penting untuk memperkuat hubungan antara transportasi umum dengan kawasan tempat masyarakat beraktivitas.

BACA JUGA:

200 Hektare Lahan Pertanian Kaltim Kekeringan, Risiko Gagal Panen 100 Persen - ibukotakini.com

Dengan integrasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah berpindah dari kawasan permukiman menuju pusat perdagangan, perkantoran, pendidikan maupun simpul transportasi.

Peluncuran zona Bacitra di Plaza Balikpapan dan Pelabuhan Semayang pun menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas transportasi umum yang lebih terintegrasi.

Aan menjelaskan, layanan Bacitra saat ini masih berjalan melalui skema Buy The Service (BTS).

Program tersebut memiliki batas waktu hingga 2027. Setelah masa program berakhir, pengelolaan layanan Bacitra akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

“Nanti akan dilanjutkan oleh Pemerintah Balikpapan dan sudah siap. Tentu nanti Balikpapan akan lebih bagus lagi dari yang ada sekarang dan akan menambah koridor dan sebagainya,” ujar Aan.

Menurut dia, keberlanjutan transportasi massal menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi di kawasan perkotaan.

Tanpa penguatan angkutan umum, peningkatan penggunaan kendaraan pribadi berpotensi memicu persoalan lalu lintas, terutama kemacetan.

“Karena kalau kita terlambat untuk membangun ini, nanti akibatnya bisa tahu tahun yang akan datang. Yang pertama, terjadi kemacetan ya,” katanya.

BACA JUGA:

B-Connect Balikpapan Siapkan Data Lalu Lintas, CCTV dan Penindakan Pelanggaran - ibukotakini.com

Kementerian Perhubungan juga membuka peluang pengembangan layanan BTS di Kota Samarinda. Namun, rencana tersebut masih akan melalui proses kajian dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo memastikan pemerintah kota telah menyiapkan langkah untuk melanjutkan operasional Bacitra setelah program BTS berakhir.

Menurut Agus, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan alokasi anggaran untuk mendukung keberlanjutan layanan transportasi massal tersebut.

“Untuk tahun 2027 kita sudah siapkan alokasi anggaran untuk Bacitra sekitar Rp17 miliar,” sebut Agus.

Selain menyiapkan anggaran, Pemkot Balikpapan juga tengah mempersiapkan skema tarif Bacitra setelah pengelolaan layanan sepenuhnya beralih ke pemerintah daerah.

Agus mengatakan, tarif Bacitra diperkirakan berada pada kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 per perjalanan. Namun, besaran tarif tersebut masih dalam tahap kajian dan akan diterapkan secara bertahap.

Hadirnya zona pick up dan drop off Bacitra di Plaza Balikpapan serta Pelabuhan Semayang diharapkan menjadi pintu baru bagi integrasi transportasi umum di Kota Balikpapan. ***