Peresmian Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia di Kariangau Balikpapan Utara, Rabu (16/9/2026).
Balikpapan

Balikpapan Jadi Pusat Remanufaktur XCMG Pertama di Luar China

  • Beroperasi Mulai Tahun Depan
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM – Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG) meningkatkan investasinya di Indonesia dengan membangun Indonesia Remanufacturing Center di Balikpapan, Kalimantan Timur. Fasilitas di kawasan Kariangau Balikpapan Utara, menjadi pusat remanufaktur dan overhaul komponen alat berat pertama XCMG di luar China.

Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Balikpapan, Rabu (16/9/2026). XCMG menargetkan Indonesia Remanufacturing Center mulai beroperasi pada akhir 2027.

Fasilitas ini akan mengintegrasikan manufaktur dan rekondisi komponen, perbaikan alat berat, hingga pelatihan teknis. Kehadirannya diarahkan untuk memperkuat layanan purna jual XCMG sekaligus membangun rantai industri alat berat di Indonesia dan Asia Tenggara.

President Director XCMG Group Indonesia Kong Qing Chao mengatakan, pusat remanufaktur di Balikpapan merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas bisnis aftermarket di pasar internasional.

BACA JUGA:

Investasi Kutai Timur Tembus Rp7,7 Triliun di Triwulan III 2026 - ibukotakini.com

“Indonesia Remanufacturing Center merupakan fasilitas overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertama XCMG di luar negeri,” kata Kong.

Menurut dia, setelah beroperasi, fasilitas tersebut tidak hanya menangani overhaul dan remanufaktur komponen penting, tetapi juga mendukung layanan teknis di lapangan.

Peningkatan kemampuan teknisi dan penyediaan solusi perbaikan bagi pelanggan menjadi bagian dari layanan yang disiapkan XCMG melalui fasilitas tersebut.

“Setelah selesai dibangun dan mulai beroperasi, fasilitas ini akan mengintegrasikan berbagai kegiatan, termasuk overhaul dan remanufaktur komponen penting,” ujarnya.

BACA JUGA:

Proyek Coal to Methanol di Kutim Serap 5.000 Tenaga Kerja - ibukotakini.com

XCMG Perkuat Rantai Bisnis di Indonesia

Berbagai produk XCMG Indonesia, seperti excavator, crane, truk dan lain sebagainya. (Foto: XCMG)

Kong mengatakan investasi di Balikpapan merupakan bagian dari strategi globalisasi XCMG. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan alat berat, tetapi membangun rantai nilai yang mencakup riset dan pengembangan, manufaktur, pembiayaan, penjualan, hingga layanan purna jual.

XCMG telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Pada tahap awal, aktivitas perusahaan berfokus pada penjualan alat berat. Seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan memperluas kegiatan operasional dan layanan lokal.

“Indonesia menjadi salah satu pilar penting dalam strategi globalisasi XCMG,” ujarnya.

XCMG juga mengembangkan layanan pembiayaan melalui ABC Multifinance untuk mendukung kebutuhan pelanggan. Dengan pembangunan pusat remanufaktur di Balikpapan, rantai bisnis perusahaan di Indonesia semakin diperluas dari sisi layanan setelah penjualan.

BACA JUGA:

Bayan Resources Buka Suara soal Isu Akuisisi 62,2 Persen Saham oleh Haji Isam - ibukotakini.com

Secara global, XCMG disebut telah menjangkau lebih dari 190 negara dan wilayah serta memiliki 13 kawasan operasional di luar negeri.

Balikpapan Jadi Basis Remanufaktur XCMG di Asia Tenggara

Sales Director Mining Machinery Solutions PT XCMG Group Indonesia David Purba mengatakan, Balikpapan dipilih sebagai lokasi Indonesia Remanufacturing Center karena memiliki ekosistem industri yang mendukung kebutuhan alat berat.

Menurut dia, Balikpapan dan kawasan Kalimantan memiliki aktivitas pertambangan batu bara, minyak dan gas, serta perkebunan kelapa sawit yang membutuhkan alat berat dalam jumlah besar.

Selain itu, posisi Kalimantan dinilai strategis karena berada di antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur.

“Balikpapan menjadi pilihan karena di sini banyak industri tambang batubara, minyak dan gas, serta sawit yang membutuhkan alat berat. Kalimantan juga berada di tengah, antara Indonesia bagian barat dan timur,” kata David.

BACA JUGA:

Proyek Coal to Methanol Rp41,52 Triliun Mulai Dibangun di Kutai Timur - ibukotakini.com

Ia mengatakan Indonesia termasuk empat besar negara yang menjadi prioritas penjualan XCMG. Karena itu, pembangunan fasilitas remanufaktur pertama XCMG di luar China ditempatkan di Indonesia.

Pembangunan fasilitas tersebut juga diarahkan untuk mendorong pengembangan industri alat berat di kawasan Kalimantan dan memperluas cakupan layanan XCMG ke pasar Asia Tenggara.

Target Serap 300 Tenaga Kerja Lokal per Tahun

Selain memperkuat layanan industri, XCMG menyatakan akan mendorong penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam pengembangan pusat remanufaktur tersebut.

Meski demikian, David belum menyebutkan besaran target TKDN yang akan diterapkan.

Dari sisi ketenagakerjaan, fasilitas ini ditargetkan membuka kesempatan kerja sekitar 300 orang per tahun, termasuk bagi tenaga kerja lokal.

BACA JUGA:

Kaltim Kejar Investasi dan Lapangan Kerja Baru - ibukotakini.com

“Kami juga akan membuka lapangan kerja untuk 300 orang per tahun, termasuk untuk tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Staf Ahli Bidang II Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Kaltim Siti Farisyah Yana menyambut pembangunan pusat remanufaktur tersebut.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan aktivitas industri di Kalimantan Timur terus berkembang sehingga membutuhkan dukungan peralatan serta teknologi yang andal.

Pemprov Kaltim, kata dia, berharap keberadaan fasilitas XCMG di Balikpapan memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyerapan tenaga kerja.

BACA JUGA:

Wagub Kaltim Tawarkan Sany Group Investasi di KEK MBTK - ibukotakini.com

“Namun, kami berharap pembangunan ini juga dapat menyerap tenaga kerja lokal sehingga warga tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Siti.

Bagi Balikpapan, kehadiran pusat remanufaktur ini menambah posisi kota sebagai salah satu basis kegiatan industri dan jasa penunjang sektor pertambangan, energi, serta alat berat di Kalimantan.***