
Balikpapan Jadi Role Model Jarwasnaba Kaltim, 90 Persen Kelurahan Sudah Aktif
- Balikpapan mendapat apresiasi TP PKK Kaltim karena 90 persen kecamatan dan kelurahan telah memiliki Jarwasnaba aktif
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kota Balikpapan mendapat apresiasi dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Timur terkait keberhasilan membangun Jaringan Waspada Penyalahgunaan Narkoba (Jarwasnaba) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam verifikasi lapangan Lomba PKK Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 yang berlangsung pada 13-14 Juni 2026.
TP PKK Kaltim menilai Balikpapan menjadi salah satu daerah dengan pembentukan kepengurusan Jarwasnaba paling lengkap di provinsi tersebut.
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Titing Qomariah, mengungkapkan sekitar 90 persen wilayah di Balikpapan telah memiliki kepengurusan Jarwasnaba yang aktif.
"Kalau melihat kondisi di Balikpapan, saya menilai sekitar 90 persen sudah terbentuk. Hampir semua kecamatan dan kelurahan sudah memiliki kepengurusan Jarwasnaba. Ini menjadi nilai lebih karena di beberapa kabupaten dan kota lainnya masih belum terbentuk secara menyeluruh," ungkap Titing saat verifikasi lapangan di Balikpapan.
BACA JUGA:
Kelurahan Gunung Bahagia Wakili Balikpapan di Lomba PHBS dan LBS Kaltim - ibukotakini.com
Menurut Titing, keberhasilan pembentukan organisasi hingga tingkat akar rumput menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Namun demikian, ia menegaskan keberadaan kepengurusan saja tidak cukup. Faktor yang menjadi perhatian utama tim verifikasi adalah aktivitas, kreativitas, dan inovasi yang dijalankan para anggota Jarwasnaba.
Tim penilai menemukan berbagai kegiatan edukatif yang telah dilakukan, mulai dari penyuluhan, seminar, kampanye antinarkoba, hingga berbagai inovasi kreatif yang melibatkan pelajar dan remaja.
"Kami tidak hanya menilai ada atau tidaknya kepengurusan. Yang kami lihat adalah seberapa aktif mereka bergerak, bagaimana mereka melakukan sosialisasi, membuat kegiatan edukasi, hingga menciptakan inovasi dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada generasi muda," jelasnya.
Titing menilai keterlibatan remaja menjadi strategi efektif dalam memutus rantai penyalahgunaan narkotika karena mereka memiliki kedekatan dengan lingkungan pergaulan sebaya.
BACA JUGA:
Warga RT 92 Manggar Tunjukkan Cara Cerdas Bangun Ketahanan Pangan - ibukotakini.com
Melalui Jarwasnaba, pelajar didorong menjadi pelopor gaya hidup sehat sekaligus agen perubahan dalam menyebarkan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
"Ke depan kami berharap para remaja tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi baru dalam kampanye antinarkoba. Masa depan bangsa ada di tangan mereka, sehingga mereka harus menjadi bagian dari solusi," katanya.
Jarwasnaba merupakan program unggulan TP PKK Kalimantan Timur yang lahir dari inovasi Program Krisan atau Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba yang dijalankan Pokja I PKK.
Program ini menempatkan remaja sebagai penggerak utama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Jarwasnaba adalah Jaringan Remaja Waspada Penyalahgunaan Narkoba. Program ini dibentuk untuk melibatkan para remaja secara langsung dalam memberikan edukasi, sosialisasi, dan kampanye bahaya narkoba kepada teman-teman sebaya mereka," terang Titing.
BACA JUGA:
Kelurahan Gunung Bahagia Wakili Balikpapan di Lomba PHBS dan LBS Kaltim - ibukotakini.com
Menurutnya, program tersebut bahkan telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional sebagai salah satu inovasi daerah dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat.
Verifikasi lapangan yang dilakukan TP PKK Provinsi Kalimantan Timur menjadi bagian dari rangkaian penilaian Lomba PKK Tingkat Provinsi Tahun 2026.
Selain Jarwasnaba, tim penilai juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah kategori lain seperti Dasawisma, Gelari Pelangi, Aku Hatinya PKK, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Lingkungan Bersih dan Sehat, serta berbagai program pembangunan keluarga lainnya.
Kegiatan penilaian berlangsung selama dua hari dan dipimpin Sekretaris TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Hj Syarifah Asmawati.
Hasil penilaian dan pengumuman pemenang lomba dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026 di Samarinda.***
