Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pengembangan hilirisasi bukan hanya soal investasi industri, tetapi juga berkaitan langsung dengan masa depan tenaga kerja lokal
Balikpapan

Balikpapan Siapkan 130 Hektare Lahan untuk Hilirisasi Industri

  • Kawasan industri yang disiapkan juga diharapkan mampu menarik investasi baru
Balikpapan
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan sekitar 130 hektare lahan untuk mendukung pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi. 

Lahan yang berada di kawasan Kariangau dan Kilometer 13 Balikpapan Utara itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri baru dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal. 

Kawasan industri yang disiapkan juga diharapkan mampu menarik investasi baru seiring meningkatnya kebutuhan industri penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN).

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/kumpulkan-pengembang-wali-kota-balikpapan-bahas-izin-perumahan

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pengembangan hilirisasi bukan hanya soal investasi industri, tetapi juga berkaitan langsung dengan masa depan tenaga kerja lokal.

Di mana Balikpapan membutuhkan sektor ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah lebih besar dibanding hanya mengandalkan industri pengolahan konvensional. 

“Kalau industri hilir berkembang, maka peluang kerja juga akan semakin banyak. Ini penting supaya masyarakat lokal bisa ikut menikmati pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya pada Kamis, 7 Mei 2026. 

Ia menjelaskan, kawasan yang telah disiapkan pemerintah sebenarnya sudah lama masuk dalam rencana pengembangan industri. 

Namun, pemanfaatannya belum berjalan optimal sehingga perlu percepatan agar lahan tidak hanya menjadi aset tidur. 

Selain membuka peluang investasi baru, pengembangan kawasan industri juga diproyeksikan menciptakan efek berantai bagi sektor lain. 

Aktivitas ekonomi seperti logistik, perdagangan, jasa, hingga sektor UMKM diperkirakan ikut terdorong ketika industri mulai tumbuh.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/antre-solar-di-balikpapan-wali-kota-bentuk-tim-awasi-penyaluran

Ia juga menilai momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar yang tidak boleh dilewatkan. Posisi geografis Balikpapan yang strategis dinilai mampu menarik investor untuk membangun industri penunjang kebutuhan kawasan ibu kota baru. 

Namun demikian, pemerintah daerah menyadari bahwa kesiapan infrastruktur dan stabilitas daerah menjadi faktor utama yang diperhatikan investor. Karena itu, Pemkot terus menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas kota. 

Bagus menegaskan, iklim investasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, tetapi juga rasa aman bagi pelaku usaha. 

Daerah yang stabil akan lebih mudah menarik investor dibanding wilayah yang rawan konflik sosial maupun gangguan keamanan. 

“Investor tentu melihat bagaimana kondisi daerah. Kalau situasi aman dan masyarakat mendukung, mereka akan lebih percaya untuk berinvestasi,” imbuhnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)