
Bandara Tanjung Bara Mulai Layani Penerbangan Umum
- Buka Rute Balikpapan-Jakarta
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Setelah bertahun-tahun lebih dikenal sebagai bandara penunjang aktivitas industri tambang, Bandara Tanjung Bara di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini resmi mulai melayani penerbangan penumpang umum.
Pembukaan layanan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mempercepat konektivitas sekaligus menarik lebih banyak investasi.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan, pada pekan ini Bandara Tanjung Bara mulai melayani penerbangan umum untuk rute Balikpapan–Jakarta melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kutim, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan Dinas Perhubungan.
"Bandara ini akan menjadi pintu masuk baru bagi investasi di Kutai Timur," kata Ardiansyah saat kegiatan Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Tahun 2026 di Sangatta, Senin (20/7/2026).
BACA JUGA:
Investasi Asing di IKN Tembus Rp 8,75 Triliun - ibukotakini.com
Menurutnya, akses transportasi udara yang semakin terbuka akan mempermudah mobilitas masyarakat, pelaku usaha, hingga calon investor yang ingin menanamkan modal di Kutai Timur.
Tak berhenti pada pembukaan penerbangan umum, pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan Bandara Tanjung Bara agar mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar.
Ardiansyah mengatakan PT Kaltim Prima Coal (KPC) saat ini tengah menggandeng sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), untuk mengkaji rencana perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway) serta pengembangan terminal.
Pengembangan tersebut ditujukan agar bandara mampu melayani pesawat berkapasitas sekitar 30 hingga 40 penumpang sekaligus membuka peluang penambahan rute penerbangan pada masa mendatang.
BACA JUGA:
Wings Air Buka Rute Samarinda–Melak Tanpa Block Seat, Ini Keuntungannya - ibukotakini.com
"Apabila pengembangan ini terealisasi, maka aksesibilitas Kutai Timur akan semakin baik dan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat investor," ujarnya.
Ardiansyah menegaskan, penguatan konektivitas menjadi bagian dari strategi pembangunan Kutai Timur sebagai daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Ia menilai masyarakat Kutai Timur tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya investasi yang masuk. Karena itu, pemerintah terus mendorong tumbuhnya usaha-usaha produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Beberapa sektor yang dinilai memiliki prospek besar antara lain kuliner, jasa boga, industri pengolahan kakao, produk olahan nanas, hingga sektor perikanan yang masih menyimpan potensi besar.
BACA JUGA:
Keren Banget! BUMDes Bakal Dilibatkan Kelola Bandara Perintis di Kutim - ibukotakini.com
Menurut Ardiansyah, Kutai Timur perlu mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan sehingga hasil tangkapan nelayan tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan menjadi produk bernilai tambah.
Selain pengembangan bandara, Pemkab Kutim juga menaruh harapan besar pada operasional Pelabuhan Kenyamukan sebagai simpul logistik baru yang dapat memperlancar distribusi barang dan jasa serta membuka peluang investasi di berbagai sektor.
Meski saat ini sekitar 70 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutai Timur masih ditopang sektor minyak, gas, dan batu bara, Ardiansyah mengatakan pemerintah terus mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan UMKM, pariwisata, industri kreatif, dan usaha berbasis masyarakat agar pertumbuhan ekonomi lebih merata.
BACA JUGA:
Mobilitas ke IKN Dongkrak Traffic Bandara Sepinggan hingga 2,39 Juta - ibukotakini.com
Dalam mendukung pengembangan usaha lokal, Pemkab Kutim juga memperkuat peran Bank Kutim sebagai bank perekonomian rakyat daerah.
Modal bank tersebut kini telah mencapai sekitar Rp100 miliar dan diharapkan mampu menjadi sumber pembiayaan bagi pelaku UMKM serta usaha produktif di Kutai Timur.***
