
Bawe Paser Balikpapan Bergerak, Edukasi Cegah Stunting di Kampung Atas Air
- Angka stunting di Kalimantan Timur masih mencapai 23 persen
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Upaya pencegahan stunting di Kota Balikpapan mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan, yang menggelar aksi tanggap sosial bertema Pengendalian dan Pencegahan Stunting untuk Anak Indonesia di Gazebo Kampung Atas Air, Kelurahan Margasari, Balikpapan Barat, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) melalui Puskesmas Margasari, Bunda PAUD Kelurahan, serta kader PKK Kota Balikpapan. Acara tersebut dihadiri oleh Pembina Perhimpunan Bawe Paser Balikpapan Hj. Nurlena, Sekretaris Lembaga Adat Paser Balikpapan Ahmad Nur, Ketua Perhimpunan Rasimah, Lurah Margasari beserta jajarannya, serta pimpinan Puskesmas Margasari Suliani Panca Winasih.
Organisasi ini juga membagikan makanan sehat berupa olahan ikan, telur, nugget, puding, dan kacang hijau kepada anak-anak PAUD Cempaka II RT 4 Margasari. Selain itu, bantuan perlengkapan makan, minum, dan alat tulis juga diserahkan secara simbolis oleh Hj. Nurlena kepada perwakilan anak-anak.
Nurlena mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawe Paser dalam membantu pemerintah menekan angka stunting di Balikpapan. Stunting merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi emas Indonesia.
BACA JUGA:
Otorita IKN Perkuat Pencegahan Stunting dari Desa Sepaku - ibukotakini.com
“Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan keberadaan Bawe Paser Balikpapan, tetapi juga bentuk kepedulian kami terhadap tumbuh kembang anak-anak di kota ini,” ungkapnya di hadapan para orang tua PAUD Cempaka II.
Ia mengatakan angka stunting di Kalimantan Timur masih mencapai 23 persen, di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 20 persen. Karena itu, menurutnya, diperlukan kerja sama lintas sektor dan komunitas agar upaya penurunan stunting bisa lebih optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Nurlena yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Balikpapan menekankan pentingnya pemahaman orang tua mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat.
“Makanan bergizi bukan sekadar kebutuhan, tetapi investasi untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam menambah wawasan seputar kesehatan keluarga.
“Sekarang informasi mudah didapat dari YouTube atau media sosial. Gunakan itu untuk mencari tahu makanan apa yang baik dan bergizi untuk keluarga,” pesannya.
Dalam sesi interaktif, ia pun berdialog langsung dengan sejumlah orang tua murid. Dari obrolan singkat itu, terlihat bahwa kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting mulai meningkat.
“Pertumbuhan berat dan tinggi anak tidak sesuai usianya,” ucap Noni, warga RT 4 Kampung Atas Air, saat ditanya tentang pemahamannya mengenai stunting.***
