Fasilitas penunjang milik PT Bayan Resources  desa Senyiur di Sungai Kedang Kepala di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Ekbis

Bayan Akuisisi Dermaga Muara Pahu, Perkuat Rantai Pasok Batu Bara

  • Nilai Akuisisi Dermaga Muara Pahu Mencapai 9 Juta dolar AS
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan mengakuisisi aset Dermaga 3A Terminal Khusus Batu Bara Muara Pahu beserta fasilitas pendukungnya.

Rencana akuisisi entitas afiliasi, PT Fajar Sakti Prima (FSP), dengan nilai transaksi US$9,77 juta atau sekitar Rp175 miliar (asumsi kurs Rp17.8990 per dolar AS). 

Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, namun bukan transaksi material sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena nilainya tidak mencapai 20 persen dari ekuitas perseroan. Direksi juga menegaskan transaksi tidak mengandung benturan kepentingan.

Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi, nilai pembelian mencapai US$9.767.479,68 di luar PPN. Dana seluruhnya akan berasal dari kas internal perseroan, sementara pembayaran dilakukan dalam mata uang rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal transaksi.

BACA JUGA:

Buset! Bayan Tebar Dividen Rp8,9 Triliun - ibukotakini.com

Bayan Masih Hitung Risiko Aturan Baru Ekspor SDA - ibukotakini.com

Aset yang diambil alih mencakup pekerjaan konstruksi (construction in progress), mesin, alat berat, kendaraan operasional, hingga berbagai infrastruktur penunjang kegiatan pemuatan batu bara di Terminal Khusus Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat. 

Nilai transaksi terdiri atas:

  • Construction in Progress: US$3,87 juta
  • Mesin, peralatan, alat berat, dan kendaraan: US$5,84 juta
  • Infrastruktur penunjang pemuatan batu bara: US$55.997

Alasan BYAN membeli aset dermaga

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menjelaskan akuisisi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional grup.

Perseroan menyebut sedikitnya tiga pertimbangan utama, yakni memperpanjang nilai ekonomis fasilitas pengangkutan batu bara di Muara Pahu, menunjang operasional perusahaan dan anak usaha dalam rantai pasok (supply chain) transshipment, serta memperkuat distribusi logistik batu bara sebagai komoditas utama grup.

BACA JUGA:

Soal Aturan Baru Ekspor SDA, Perusahaan Batu Bara Kaltim Soroti Kepastian Hukum - ibukotakini.com

Laba Bersih Bayan Resources (BYAN) Merosot 12,45 Persen di Awal 2026 - ibukotakini.com

“Perseroan melakukan Transaksi Afiliasi tersebut dengan alasan memperpanjang nilai ekonomis dari Fasilitas Pengangkutan Batu bara yang di bangun di Muara Pahu Jetty," tulis Direktur Bayan, Jenny Quantero.

Beirkutnya demi menunjang kegiatan operasional perusahaan dan anak perusahaan untuk supply chain transshipment guna kelancaran operasional kegiatan pertambangan. 

Dan terakhir, "menunjang kegiatan distribusi logistik batu bara yang menjadi komoditas utama dari grup dengan segala situasi kondisi,” papar Jenny.   

Penilai independen menyatakan transaksi wajar

Untuk memastikan kepentingan pemegang saham tetap terlindungi, BYAN menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Herman Meirizki dan Rekan sebagai penilai independen.

Dalam ringkasan pendapat kewajaran, penilai menyatakan telah bekerja secara independen tanpa benturan kepentingan dan memberikan opini atas kewajaran transaksi sesuai ketentuan OJK mengenai transaksi afiliasi.

PT FSP merupakan anak usaha yang dikendalikan BYAN dengan kepemilikan sekitar 90 persen saham. Selain hubungan kepemilikan, sejumlah pengurus BYAN juga merangkap jabatan di PT FSP, termasuk Direktur Utama Dato' Dr. Low Tuck Kwong yang juga menjabat Komisaris Utama PT FSP.

Dengan struktur tersebut, transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sehingga wajib disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada publik sesuai peraturan OJK.***