
Begini Cara Pemprov Kaltim Cetak 20 Ribu Hektare Sawah
- Pemerintah Pusat Dukung Anggaran
Samarinda
IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan langkah konkret untuk merealisasikan program cetak sawah seluas 20.000 hektare.
Kebijakan itu sebagai upaya mempercepat swasembada beras dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menyebut cetak sawah baru dilakukan agar Kaltim mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.
Saat ini, kebutuhan beras daerah masih sangat bergantung pada pasokan dari Sulawesi dan Jawa.
BACA JUGA:
Fix! Kaltim Mau Buka Lahan untuk Cetak Sawah Baru - ibukotakini.com
Ketergantungan tersebut dinilai berisiko memicu inflasi jika terjadi gagal panen di daerah pemasok atau gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem.
Dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu, Gubernur menyampaikan bahwa Kaltim telah menyiapkan lahan seluas 20.000 hektare untuk cetak sawah baru.
Program ini sekaligus mendukung swasembada beras nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Gubernur, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah untuk mendukung program tersebut.
BACA JUGA:
Kutai Timur Siapkan 100.000 Hektare Lahan Pertanian - ibukotakini.com
Karena itu, Pemprov Kaltim diminta segera memastikan kesiapan lahan agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Saya minta Dinas Pangan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan dinas terkait di kabupaten. Kita harus ambil kesempatan ini dengan baik,” ungkap gubernur saat memimpin Morning Briefing di Pendopo Lamin Etam.
Sejumlah wilayah potensial untuk pengembangan cetak sawah baru berada di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat.
Dua daerah ini dinilai memiliki wilayah luas dengan jumlah penduduk relatif sedikit, sehingga memungkinkan pengembangan pertanian skala besar.
BACA JUGA:
Luas Panen Padi Kaltim Naik 5,51 Persen Sepanjang 2025 - ibukotakini.com
Pemprov memastikan lahan yang disiapkan merupakan lahan nonhutan atau area penggunaan lain (APL) di luar konsesi usaha.
Kebijakan ini diambil untuk menjamin bahwa program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian tidak dilakukan melalui deforestasi.
Selain membuka lahan baru, pengembangan sawah akan dilakukan dengan pendekatan mekanisasi modern guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Di sisi lain, Pemprov juga mendorong optimalisasi lahan sawah eksisting yang tersebar di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
BACA JUGA:
Kejar Swasembada Pangan 2026, Kaltim Usulkan Cetak Sawah - ibukotakini.com
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menambahkan jika 20.000 hektare sawah baru dapat direalisasikan tahun ini, maka dengan total 50.000 hektare sawah aktif, Kaltim berpeluang besar mencapai swasembada beras.
“Kita ingin ada 50.000 hektare sawah aktif. Kalau setahun dua kali panen saja, maka akan ada produksi 400.000 ton dan swasembada beras bisa kita capai,” ujarnya.
Dengan langkah tersebut, Pemprov Kaltim menargetkan kemandirian pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan distribusi dan potensi gejolak harga.***
