Food Waste Lebaran Meningkat, Ancam Lingkungan
Balikpapan

Begini Upaya DLH Balikpapan Kendalikan Sampah Selama Ramadan

  • Mendorong Rumah Tangga Kelola Sampah Mandiri
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menyiapkan program khusus pengendalian sampah selama bulan Ramadan.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Lingkungan Hidup yang kemudian diperkuat melalui surat edaran Wali Kota Balikpapan.

Dalam hal ini, fokus utama penanganan sampah dilakukan dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan pendidikan.

“Di rumah tangga dilakukan pengurangan, di sekolah juga demikian. Tujuannya agar sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.

BACA JUGA:

Balikpapan Masuk Tiga Besar Kota Terbaik Pengelolaan Sampah Versi Kementerian PU

DLH telah melakukan sosialisasi kepada sekitar 600 sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Balikpapan, mulai dari SD, SMP hingga madrasah tsanawiyah (MTs).

Dia mengemukakan, sosialisasi tersebut dilakukan bersama Dinas Pendidikan guna mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan sekolah.

Sudirman menyebut, selama Ramadan, volume sampah di Balikpapan relatif normal, yakni sekitar 550 ton per hari. 

Namun, melalui pengurangan di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), fasilitas Intermediate Treatment Facility (ITF), Material Recovery Facility (MRF), serta pengelolaan di rumah tangga dan sekolah, terjadi pengurangan sekitar 120 ton per hari.

BACA JUGA:

PLN Tanam 1.500 Pohon di Balikpapan

"Dengan demikian, sampah yang masuk ke TPA saat ini berkisar antara 380 hingga 400 ton per hari," ungkapnya.

Terkait jam kerja petugas, Sudirman memastikan masih berjalan normal selama Ramadan. Penyesuaian baru akan dilakukan menjelang Lebaran.

“Biasanya mulai H-2, H-1 sampai H+1 Lebaran, volume sampah meningkat signifikan. Bahkan malam Lebaran bisa mencapai hampir 800 ton atau dua kali lipat dari hari biasa,” jelasnya.

Lonjakan tersebut membuat frekuensi pengangkutan ditambah. Jika dalam kondisi normal satu unit armada melakukan dua ritase (red), maka menjelang Lebaran bisa meningkat menjadi empat hingga lima ritase per unit.

BACA JUGA:

Genap 20 Tahun, Trail Run Perdana di Kebun Raya Balikpapan

" Petugas pun akan diberlakukan lembur untuk mengantisipasi lonjakan tersebut," tegasnya.

Sementara itu, keberadaan pasar Ramadan disebut tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan volume sampah. Pengelolaan sampah di pasar Ramadan tetap dilakukan oleh pengurus masing-masing, dengan sampah dikumpulkan di titik yang telah disediakan sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Selama Ramadan ini masih normal. Pengangkutan tetap sesuai titik yang sudah dibagi per kecamatan. Kecuali nanti saat malam Lebaran, itu memang ada peningkatan dan kita siapkan penanganan ekstra,” tegasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)