Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan IDX Commodity 20 yang berisi 20 saham berbasis komoditas.
Ekbis

BEI Luncurkan Indeks IDX Commodity 20, Ini Kriteria Saham yang Masuk Daftar

  • Evaluasi Dilakukan Dua Kali Setahun
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru bernama IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) yang mulai dihitung dan didistribusikan pada Jumat (30/10/2026).

Indeks IDX Commodity 20 mengukur kinerja harga 20 saham perusahaan tercatat yang bergerak di industri berbasis komoditas. Kehadiran indeks ini diharapkan menjadi acuan bagi investor dan manajer investasi dalam menyusun strategi investasi berbasis komoditas.

Cakupan perusahaan dalam indeks tersebut cukup luas. Mulai dari sektor energi, logam dan mineral, kimia, kehutanan, pertanian dan perkebunan, peternakan, hingga industri pendukung rantai pasok dan hilirisasi komoditas.

Sekretaris Perusahaan BEI, Elsiierra Putri Yosita, menjelaskan pemilihan saham konstituen IDX Commodity 20 mempertimbangkan likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar free float.

BACA JUGA:

Siapkan Rp2 Triliun, Chandra Asri (TPIA) Resmi Buyback Mulai Hari Ini - ibukotakini.com

"Pemilihan saham dalam indeks didasarkan pada likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar free float yang tinggi," kata Elsiierra, dikutip Minggu (1/11/2026).

Untuk masuk dalam IDX Commodity 20, saham harus memenuhi sejumlah persyaratan awal. Di antaranya telah tercatat di BEI minimal enam bulan, aktif diperdagangkan selama enam bulan terakhir, serta masuk dalam klasifikasi industri berbasis komoditas berdasarkan IDX Industrial Classification (IDXIC).

BEI juga mengecualikan saham yang masuk dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), memiliki Notasi Khusus, atau termasuk Efek dalam Pemantauan Khusus selama enam bulan terakhir.

Dari saham yang lolos seleksi awal, BEI kemudian memilih 20 saham dengan peringkat tertinggi berdasarkan tiga indikator.

BACA JUGA:

Waktu Sisa 1,5 Bulan, APBD Kutim 2026 Baru Terserap 46,75 Persen - ibukotakini.com

Pertama, nilai transaksi di pasar reguler selama enam bulan terakhir. Kedua, frekuensi transaksi di pasar reguler dalam periode yang sama. Ketiga, kapitalisasi pasar free float selama enam bulan terakhir.

Bobot Maksimal Saham dalam IDX Commodity 20 Sebesar 15 Persen

Dalam penghitungan indeks IDX Commodity 20, BEI menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted. Metode ini menghitung bobot saham berdasarkan kapitalisasi pasar yang telah disesuaikan dengan rasio free float.

Untuk mencegah dominasi satu saham dalam indeks, BEI menetapkan batas bobot maksimal sebesar 15 persen untuk setiap konstituen. Penyesuaian bobot dilakukan saat evaluasi indeks.

"Penghitungan indeks IDX Commodity 20 menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted, yaitu metode pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar yang disesuaikan berdasarkan rasio free float," jelas Elsiierra.

BACA JUGA:

IHSG Hari Ini Anjlok 3,49% ke 5.098, Asing Jual Saham Rp1,07 Triliun - ibukotakini.com

Meski baru diluncurkan pada 30 Oktober 2026, BEI telah menghitung indeks ini secara historis sejak tanggal dasar 1 September 2021 dengan nilai awal 100.

Evaluasi Saham IDX Commodity 20 Dilakukan Dua Kali Setahun

BEI juga menetapkan evaluasi berkala untuk menjaga komposisi indeks IDX Commodity 20. Evaluasi tersebut terbagi menjadi dua jenis, yakni evaluasi mayor dan evaluasi minor.

Evaluasi mayor dilakukan setiap akhir Februari dan Agustus. Pada tahap ini, BEI menyeleksi kembali saham konstituen sekaligus menyesuaikan bobot masing-masing saham dalam indeks.

Sementara itu, evaluasi minor berlangsung setiap akhir Mei dan November. Evaluasi ini mencakup pembaruan faktor free float dan penyesuaian kembali bobot saham.

Hasil kedua evaluasi tersebut berlaku efektif pada hari bursa pertama bulan berikutnya.

BACA JUGA:

IHSG Anjlok 2,64% ke 5.142 pada Sesi I, ALKA Melonjak 24% - ibukotakini.com

Melalui peluncuran IDX Commodity 20, BEI menyediakan indikator untuk memantau pergerakan saham perusahaan berbasis komoditas di pasar modal Indonesia.

Indeks ini juga dapat membantu investor mengidentifikasi peluang investasi di berbagai sektor komoditas sekaligus menjadi referensi untuk diversifikasi portofolio.

Selain itu, kehadiran IDX Commodity 20 membuka peluang pengembangan produk investasi berbasis indeks, seperti reksa dana indeks dan Exchange-Traded Fund (ETF).

Melalui produk tersebut, investor nantinya dapat memperoleh eksposur terhadap saham-saham perusahaan berbasis komoditas dalam satu instrumen investasi yang terukur dan transparan.***