
Bekas Tambang KPC Disulap Jadi Kebun Jagung
- Kutai Timur Panen 155 Ton Jagung
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM – Lahan bekas tambang batu bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, kini disulap menjadi kawasan pertanian jagung modern.
Program ini menjadi proyek percontohan industrialisasi farming jagung berbasis kemitraan antara Polres Kutim dan PT KPC untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang dirangkai dengan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 unit Sarana Prasarana Pendukung Ketahanan Pangan (SPPG) Polri digelar di area eks tambang Pit J, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (16/5/2026).
General Manager External Affairs & Sustainable Development (ESD) KPC, Wawan Setiawan mengatakan perusahaan mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
BACA JUGA:
Pemkab Kutim Asuransikan Ribuan Hektare Sawah, Lindungi Petani - ibukotakini.com
“Di area eks tambang Pit J, total potensi lahan mencapai 25 hektare dan saat ini sudah berhasil ditanami jagung seluas 20 hektare,” ujarnya.
Program tersebut melibatkan empat kelompok tani binaan Polri, yakni Poktan Karya Bersama, Poktan Bakutor, Poktan Prima Mandiri, dan Poktan Tani Prima.
Untuk mendukung keberhasilan program, PT KPC menyediakan dukungan dari hulu hingga hilir, mulai dari lahan, benih jagung berkualitas, pupuk NPK, pupuk kandang, dolomit, pestisida, hingga alat berat seperti hand tractor dan ekskavator untuk pembukaan lahan.
Kabag SDM Polres Kutim Kompol Slamet Riyadi menjelaskan program ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Astacita Presiden RI dalam mewujudkan swasembada pangan melalui kemitraan pentahelix dan penerapan zero waste system.
BACA JUGA:
Kisah KWT Buaran Citra Lestari, Perempuan Berdaya Lewat BRInita - ibukotakini.com
“Sejak Januari hingga Mei 2026, realisasi penanaman jagung di wilayah hukum Polres Kutim mencapai 148,47 hektare dengan hasil panen sebanyak 66,2 ton,” kata Slamet Riyadi.
Ia menambahkan, secara keseluruhan di Kabupaten Kutim, luas lahan jagung pipil yang telah ditanam mencapai 328 hektare dengan total produksi sebanyak 155 ton.
Dari total panen tersebut, sebanyak 61,789 ton jagung telah dikirim ke Bulog Samarinda. Sementara sisanya masih dalam proses pengeringan untuk mencapai kadar air di bawah 12 persen sebelum didistribusikan kepada peternak lokal sebagai pakan ternak.
Pada panen raya serentak kali ini, kegiatan dilakukan di tiga wilayah Polsek dengan total luas lahan enam hektare. Rinciannya, Polsek Sangatta Utara seluas tiga hektare di area Pit J, Polsek Muara Wahau satu hektare, dan Polsek Rantau Pulung dua hektare.
BACA JUGA:
Profil Pabrik Kratom Pertama di Kaltim, DJB Botanicals - ibukotakini.com
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Purno Edi mengapresiasi kolaborasi Polri dan sektor swasta dalam mengembangkan pertanian modern di Kutim.
“Tugas dan fungsi Pemkab melalui DTPHP adalah mendampingi, mengawal, dan membantu mempersiapkan kelompok tani binaan agar lebih mandiri dan produktif. Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan volume produksi dan memperluas area tanam di Kutim,” ujarnya.
Pemkab Kutim berharap program industrialisasi farming jagung di lahan eks tambang ini dapat berkelanjutan dan menjadi model pengembangan pertanian modern di Kalimantan Timur.
Dengan dukungan penyuluh pertanian, tenaga ahli, dan pengawasan Bhabinkamtibmas, sektor pertanian Kutim diyakini mampu berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah di masa depan.***
